Pemerintahan

Gubernur Banten Sampaikan Belasungkawa Atas Gempa Bumi Flores di NTT

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan belasungkawa atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Demikian disampaiakn Gubernur Banten, Andra Soni dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten yang dikutip MediaBanten.Com, Minggu (16/8/2026).

Atas musibah tersebut, Andra Soni menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat NTT yang terdampak serta mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujar Andra Soni.

Ia juga mengajak masyarakat Banten untuk turut mendoakan keselamatan warga yang terdampak serta kelancaran proses evakuasi dan penanganan bencana.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada pukul 04.58 WIB. Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Kilimatologi dan Geofisika (BMKG ) mengeluarkan status potensi tsunami dua di sejumlah wilayah pesisir di NTT pascagempa dengan magnitudo 7,7 menguncang Desa Mbay, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, pukul 05.58 WITA waktu setempat (Baca: BMKG Terbitkan Potensi Tsunami Paska Gempa 7,7 Magnitudo Desa Mbay, NTT).

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama di Kupang, Sabtu pagi, mengatakan pusat gempa terjadi pada koordinat 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur Timur.

“lokasinya di sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer,” katanya.

Sampai dengan pukul 07.03 WITA, BMKG telah mengeluarkan Peringatan Dini (PD) Tsunami 2. Peringatan tersebut mencakup wilayah NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

Di NTT, wilayah yang berstatus Siaga meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Manggarai Barat bagian utara, Ende bagian utara dan Sikka bagian utara.

Sementara itu, wilayah Sulawesi Selatan yang masuk status Siaga yakni Selayar, Jeneponto dan Bantaeng. (Penulis: IN Rosyadi)

Iman NR

Back to top button