Gubernur Jakarta Siapkan Penggemukan Sapi di Kawasan Ciangir Banten
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan segera memproses permintaan Dharma Jaya untuk mengelola tempat penggemukan sapi di kawasan Ciangir, Banten, guna mencukupi stok daging di Kota Jakarta.
“Untuk keperluan (daging) jangka menengah, tadi dari Dirut Dharma Jaya juga menyampaikan bahwa mereka ingin mengelola tempat untuk rumput, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi yang ada, tempatnya di Ciangir. Kami akan memproses untuk itu,” ujar Pramono di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin.
Jika hal tersebut bisa dilakukan, lanjut Pramono, maka dia meyakini kebutuhan daging sapi di Jakarta dapat dikelola dengan baik oleh Dharma Jaya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga baru saja menerima impor sapi dari Australia sebanyak 3.100 ekor di Dermaga 101, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pramono mengatakan apabila Jakarta masih membutuhkan stok tambahan daging sapi, maka pihaknya akan kembali mengimpor daging sapi. Total kuota yang didapatkan Jakarta, yaitu sebanyak 7.500 ekor sapi Australia.
Sebelumnya, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan stok daging sapi dan ayam dalam kondisi aman menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan saat ini, stok daging sapi yang tersedia mencapai 1.246 ton dan daging ayam sebanyak 435 ton. Selain itu, terdapat 1.594 ekor sapi hidup yang siap dipotong sesuai kebutuhan pasar.
“Insya Allah, akhir Februari ini akan datang lagi sekitar 500 sampai 600 ekor sapi dari Australia. Ini akan menjadi tambahan stok untuk Jakarta, bahkan jika diperlukan, kami masih memiliki cadangan sekitar 1.000 ekor lagi yang bisa dimanfaatkan untuk membantu stabilisasi harga,” tutur Raditya.
Dia menjelaskan kebutuhan daging di Jakarta tergolong besar. Dalam setahun, kebutuhan daging sapi mencapai sekitar 73.100 ton, sedangkan kebutuhan daging ayam menembus 182.230 ton.
Secara konsumsi per kapita, daging sapi berada pada kisaran 2,3 hingga 5 kilogram per orang per tahun, sementara daging ayam sekitar 11 kilogram per orang per tahun.
Menurut Raditya, peningkatan kebutuhan biasanya terjadi menjelang dan selama Ramadhan. Meskipun masyarakat berpuasa, konsumsi daging justru cenderung naik, terutama dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
Kendati demikian, dia menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga agar harga daging sapi dan daging ayam tetap terjangkau. (Oleh Lifia Mawaddah Putri – LKBN Antara)








