Industri

Gunung Ruang Erupsi, Dibatalkan Penerbangan Lion Air Group dari dan ke Manado

Penerbangan yang tergabung dalam Lion Air Group membatalkan seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara akibat meletusnya Gunung Ruang.

Rute yang dibatalkan sementara itu adalah Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Sorong, Gorontalo, Kao, Labuha, Luwuk, Melonguane, Palu, Tahuna, Ternate.

Corporate Communications Strategic of Lion Group, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima MediaBanten.Com, Jumat (19/4/2024) mengatakan, pembatalan tersebut sesuai pemberitahuan resmi otoritas penerbangan sipil nomor NOTAM A1000/24 NOTAMR A0999/24.

Pemberitahuan itu menyebutkan bahwa Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) ditutup sementara pada Kamis (18/ 04) hingga pukul 24.00 WITA, dikarenakan dampak erupsi Gunung Ruang.

Lion Group telah menginformasikan kepada seluruh penumpang tentang pembatalan sementara penerbangan akibat erupsi Gunung Ruang.

Lion Group akan mengakomodasi apabila ada permintaan perubahan jadwal penerbangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi penumpang yang terdampak.

Pembatalan sementara penerbangan dimaksud disebabkan oleh keadaan force majeure, peristiwa yang tidak dapat diprediksi atau dicegah di luar kemampuan perusahaan.

Dalam hal ini, erupsi Gunung Ruang adalah peristiwa force majeure yang mengganggu operasional penerbangan Lion Group dari dan ke Manado.

Operasional dan layanan penerbangan Lion Group dari dan ke Manado akan beroperasi kembali setelah Bandar Udara Sam Ratulangi dinyatakan aman untuk penerbangan berdasarkan pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan.

Lion Group senantiasa berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, seperti pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, BMKG, dan pihak terkait lainnya, untuk memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terbaru kepada para penumpang.

Danang mengatakan, abu vulkanik sangat membahayakan dan menyebabkan abrasi permukaan pesawat. Karena partikel vulkanik keras dan tajam yang dapat menggores permukaan pesawat, termasuk kaca depan, kokpit dan sayap.

Abu vulkanik di atmosfer bisa signifikan mengurangi visibilitas, membahayakan terutama saat lepas landas dan mendarat. Abu ini dapat mengganggu aerodinamika pesawat.

Abu vulkanik yang masuk ke mesin dapat meleleh dan kemudian mengeras, mengganggu aliran udara dan efisiensi mesin. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menyebabkan mesin berhenti beroperasi.

Partikel abu bersifat konduktif dan abrasif, berpotensi merusak sistem elektronik dan instrumen pesawat.

Sedangkan abu tebal di landasan pacu meningkatkan risiko saat lepas landas atau mendarat, bisa menyumbat dan merusak sistem serta instrumen bandar udara. (Humas Lion Air Group)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button