Investasi

Investasi PMA Rp136 Miliar di Lebak Terbanyak Singapura dan Tiongkok

Investasi PMA atau Penanaman Modal Asing di Kabupaten Lebak, Banten terbesar Singapura dan Tiongkok, sehingga menyumbang pertumbuhan ekonomi daerah dan lapangan pekerjaan.

Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak Robertus Erwin di Lebak, Selasa mengatakan, pihaknya hingga kini mengoptimalkan promosi untuk menarik investasi baik domestik maupun mancanegara, karena berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerjaan.

Saat ini, nilai PMA Rp136 miliar terbesar dari negara Singapura dengan menanamkan modal Rp65 miliar dan Tiongkok Rp30 miliar.

Selanjutnya, Amerika Serikat Rp26 miliar, Korea Selatan Rp7 miliar, Malaysia Rp5 miliar dan Inggris Rp5 miliar.

Pemerintah Kabupaten Lebak bekerja keras agar daerah ini dilirik investasi PMA, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan penghapusan kemiskinan.

“Kami memberikan jaminan keamanan bagi investor yang menanamkan modalnya di Lebak,” kata Robertus.

Menurut dia, investasi PMA itu bergerak di sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi juga perumahan.

Selain itu, juga kawasan industri, perkantoran, hotel, industri logam dasar, dan barang logam bukan mesin dan peralatan.

Pemerintah Kabupaten Lebak menyediakan lahan untuk kawasan industri seluas 10 ribu hektare tersebar di 13 kecamatan sesuai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR).

Karena itu, pihaknya optimistis Kabupaten Lebak bisa menjadi daerah investasi, karena kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan , peternakan hingga pertambangan.

Selain itu, juga transportasi begitu mudah dan terjangkau dengan adanya Jalan Panimbang – Serang dan Bendungan Karian serta Commuter Line Rangkasbitung – Jakarta.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dari perusahaan PMDN dan PMA nilai realisasi investasi Lebak pada Triwulan 1 atau periode Januari – Maret 2026 mencapai Rp580 miliar itu terdiri dari PMDN Rp444 miliar dan PMA Rp136 miliar dengan menyerap tenaga kerja lokal tercatat sebanyak 2.856 orang dan bekerja di 664 proyek dari 212 perusahaan.

“Kami meyakini adanya investasi PMA dan PMDN dipastikan dapat meningkatkan Pendapatan Domistik Regional Bruto (PDRB),” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button