Istri Wali Kota Cilegon Tinjau Kondisi Bayi Terlantar dan Sempat Viral di Medsos
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cilegon, Alfi Rizki Aghnia Robinsar atau istri Robinsar, Wali Kota Cilegon meninjau kondisi bayi terlantar dan sempat viral di media sosial setelah ditemukan warga di Perumahan Metro Cilegon.
Kunjungan langsung ke RSUD Kota Cilegon, sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan kondisi kesehatan bayi terlantar tersebut dalam keadaan baik.
Dalam kunjungan tersebut, Alfi didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma, Plt. Direktur RSUD Kota Cilegon Ratu Robiatul Alawiyah, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lendy Delyanto.
Alfi mengungkapkan rasa syukur, karena kondisi bayi terlantar yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kota Cilegon, terus menunjukkan perkembangan yang baik dan berada dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah, hari ini saya didampingi Ibu Kadis Dinsos, Ibu Direktur RSUD, dan juga Bapak Kadis DP3AP2KB untuk melihat secara langsung kondisi bayi yang mungkin sudah diketahui masyarakat karena sempat viral. Alhamdulillah, kondisinya baik dan sehat. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat, Dinas Sosial, DP3AP2KB, Unit PPA, serta RSUD Kota Cilegon yang telah bergerak cepat dan memberikan penanganan yang sangat baik terhadap bayi ini,” ujarnya.
Menurut Alfi, fokus utama saat ini, adalah memastikan proses pemulihan kesehatan bayi berjalan optimal sebelum memasuki tahapan penanganan sosial lebih lanjut.
Ia memastikan, akan terus memantau perkembangan kondisi bayi hingga benar-benar pulih.
“Prioritas kita saat ini, adalah memastikan kesehatan bayi terlebih dahulu. Setelah kondisinya benar-benar sehat dan pulih, selanjutnya akan dilakukan penanganan lebih lanjut oleh Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma menjelaskan, bahwa pemerintah saat ini memfokuskan upaya pada penyelamatan dan pemulihan kondisi bayi.
Adapun terkait status pengasuhan maupun kemungkinan adopsi di masa mendatang, pihaknya masih menunggu proses hukum dan penyelidikan yang tengah dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Saat ini, yang terpenting adalah menyelamatkan dan memastikan kesehatan bayi. Untuk proses selanjutnya, termasuk kemungkinan pengasuhan atau adopsi, kami masih menunggu hasil dan keputusan dari proses penyelidikan kepolisian terkait identitas orang tua bayi tersebut,” jelas Lia.
Ia menambahkan, apabila kondisi bayi telah dinyatakan sehat oleh pihak rumah sakit, Dinas Sosial akan menyiapkan langkah pengamanan dan perlindungan sementara melalui fasilitas yang tersedia, agar hak-hak anak tetap terjamin.
“Insyaallah, apabila nanti bayi sudah dinyatakan sehat oleh rumah sakit, kami akan menyiapkan langkah pengamanan dan perlindungan sementara yang terbaik bagi bayi tersebut. Kami juga memohon doa dari seluruh masyarakat, agar proses ini dapat berjalan lancar dan memberikan masa depan yang baik bagi anak ini,” terangnya.
Pemerintah Kota Cilegon, melalui seluruh perangkat daerah, terkait berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan pendampingan terhadap bayi tersebut, sekaligus memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan peraturan dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Sebelumnya, warga Perumahan Metro Grand Cendana, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten, digegerkan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan, pada Sabtu (20/6/2026) pagi. Diduga kuat, bayi ini sengaja dibuang oleh orang tuanya sesaat setelah dilahirkan (Baca: Warga Metro Grand Cendana Cilegon Geger, Ditemukan Bayi Perempuan Dalam Kresek).
Saat ditemukan pertamakali oleh warga, sekitar jam 07.00 WIB, bayi tak berdosa tersebut dalam kondisi terbungkus kantong plastik warna merah dan masih terlilit tali pusar dan bagian mulutnya tertutup plester.
Bayi malam itu, pertamakali ditemukan oleh Dewi Sita (36), warga Perum Metro Grand Cendana Blok N 11 No. 12. Berawal dari saksi mendengar suara tangisan dari seberang aliran sungai.
Ia kemudian melaporkan kepada petugas keamanan perumahan setempat, bernama Ais dan Nasrullah yang bertugas di pos security.
Bayi kemudian dibawa ke Klinik Griya Sehat di Perum Metro Grand Cendana untuk mendapatkan perawatan sementara. Saksi juga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan RW setempat.
Kapolsek Purwakarta Iptu Sukanda yang mendapat informasi dan laporan dari warga, langsung mendatangi lokasi bersama petugas Piket Pawas Iptu Asep Erih Rohmat bersama Kanit Intel Aiptu Yosep Awaludin, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebondalem Aiptu Daryo Efendi, dan personel piket Polsek Purwakarta.
Polsek Purwakarta telah mengambil langkah-langkah penanganan, meliputi menerima laporan, mendatangi TKP, membuat laporan kepolisian, serta berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Cilegon, Puskesmas setempat, dan Dinas Sosial Kota Cilegon untuk penanganan lanjutan. (Penulis : Daeng Yusvin)



