Mubazir, Pameran Pendidikan dan Buku di GGR Kota Serang

Foto: Adityawarman

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Serang, M Ilham menyayangkan kegiatan Pameran Pendidikan dan Buku yang digelar di Dinas Pendidikandan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang di Gedung Gelanggang Remaja(GGR) Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang selama tanggal 10-16 Desember 2018. Kegiatan itu dinilai mubazir dan hanya menghambur-hamburkan anggaran pada akhir APBD Kota Serang.

“Stand yang didirikan itu banyak yang kosong. Pameran sangat sepi. Jadi kami mempertanyakan efektivitas pameran tersebut dan buat apa? Siapa yang mengisi stand dengan target apa,” kata M Ilham kepadaMediaBanten.Com, Rabu(12/12/2018).

Kesan sepi sangat terasa. Stand yang berada di luar yang terbuat dari tenda yang berbentuk kubah tapak tidak ada yang mengisi. Tak ada tumpukan buku atau barang-barang yang hendak dipamerkan. Bahkan, di stand itu tidak ada orang yang menunggu sebagai tanda stand tersebut telah terisi. Yang terlihat adalah orang-orang berseragam dinas yang mengelilingi pusat stand di dalam gedung berupa sebuah panggung besar dengan tulisan Pameran Pendidikan dan Buku Terbesar di Kota Serang.

Baca: KenaikanPangkat 103 Guru SMA/SMK di Pandeglang Dipungli Rp650.000

Suasana Panggung Utama Pameran Pendidikan dan Buku Yang Tak Sepi. Foto: M Ilham

Pada Rabu itu, sekelompok anak-anak sekolah berseragam baju putih dan celana merah berdatangan dengan menggunakan lima mobil angkutan kota (Angkot). Menurut orang-orang yang mengantarkan anak sekolah tersebut, murid itu diminta pejabat Dindikbud Kota Serang untuk datang ke pameran.

“Tidak semua sekolah mematuhi perintah pengerahan murid itu. Banyak yang memilih untuk tetap menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kami juga tidak tahu apa manfaatnya pameran ini,” kata seorang guru yang mengantarkan murid-murid itu ke pameran yang tidak mau disebutkan namanya.

Ketua KNPI Kota Serang, M Ilham mengatakan, kemubaziran pameran yang diklaim sebagai terbesar di Kota Serang itu disebabkan penyelenggaran pameran tidak mau berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak-pihak yang berkpentingan.

“Jangan kan stakeholders lainnya, kami yang sehari-hari berkantor di sini (red-GGR) tidak dilibatkan dan tidakdiajak bicara. Padahal kami juga punya jaringan dan masa untukmeramaikan pameran tersebut,” kata Ilham. (Adityawarman)

Berita Terkait