Pameran Sepi, Kadindikbud Kota Serang Salahkan Dispora

Foto: Adityawarman

Kepala DinasPendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Akhmad Zubaidillah menyalahkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat yang menjadi penyebab sepinya Pameran Pendidikan dan Buku di Gedung GelanggangRemaja di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang.

“Sampai hari H pelaksanaan pameran pendidikan dan buku itu masih ada acara lomba burung. Banyak peserta pameran dari Jakarta, terutama para penerbit yang sudah datang ke lokasi dengan membawa truk, ternyata tidak bisa masuk karena ada lomba itu. Akhirnya mereka balik lagi dan tidak mengisi stand, jadi banyak yang kosong,” kata Akhmad Zubaidillah, Kadis Dindikbud Kota Serang kepada MediaBanten.Com, Rabu(12/12/2018).

Kadis Dindikbud Kota Serang justru mempertanyakan kebijakan Dispora Kota Serang memberikan izin pameran. “Lah, kalau belum selesai, kita (Dindikbud) jangan disuruh masuk ke GGR. Kita sudahmengajukan jauh-jauh hari. Bilang itu masih dipakai untuk lomba burung, pameran bisa dipindah ke hari lain. Itu sampai malam, sampai jam satu, sehingga peserta dari Jakarta pada pulang lagi,” katanya.

Dia membenarkan, biaya pameran itu dari APBD Kota Serang tahun 2018 dengan nilai sekitar Rp100 juta dan pelaksananya pihak ketiga. Stand pameran digratiskan, tidak dipungut biaya sepeser pun untuk memfasilitasi kegiatan literasi menuju kota beradaya dan berbudaya. Pesertanya adalah komunitas literasi, lembaga pendidikan, penerbit buku dan sejenisnya.

Baca: Mubazir, Pameran Pendidikan dan Buku di GGR Kota Serang

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Serang belum mendapatkan konfirmasi soal perizinan Pameran Pendidikan dan Buku yang tumpang tindih waktunya dengan penyelenggaraan lomba burung di Stadion Maulana Yusuf Ciceri.

Sebelumnya, KetuaKomite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Serang, M Ilham menyayangkan kegiatan Pameran Pendidikan dan Buku yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang di Gedung Gelanggang Remaja(GGR) Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang selama tanggal 10-16 Desember 2018. Kegiatan itu dinilai mubazir dan hanya menghambur-hamburkan anggaran pada akhir APBD Kota Serang.

“Stand yang didirikan itu banyak yang kosong. Pameran sangat sepi. Jadi kami mempertanyakan efektivitas pameran tersebut dan buat apa? Siapa yang mengisi stand dengan target apa,” kata M Ilham kepada MediaBanten.Com, Rabu(12/12/2018).

Kesan sepi sangat terasa. Stand yang berada di luar yang terbuat dari tenda yang berbentuk kubah tampak tidak ada yang mengisi. Tak ada tumpukan buku atau barang-barang yang hendak dipamerkan. Bahkan, di stand itu tidak ada orang yang menunggu sebagai tanda stand tersebut telah terisi. Yang terlihat adalah orang-orang berseragam dinas yang mengelilingi pusat stand di dalam gedung berupa sebuah panggung besar dengan tulisan Pameran Pendidikan dan Buku Terbesar di Kota Serang.(Aditywarman)

Berita Terkait