PB Mathlaul Anwar Siap Gelar Muktamar Ke-XXI di Kota Serang
Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PB MA) Provinsi Banten siap menyambut Muktamar XXI yang dijadwalkan akan digelar pada April mendatang di Kota Serang. Dalam kontenks itu, Ketua Umum PB MA, Embay Mulya Syarief menggaris bawahi perang penting Mathlaul Anwar di bidang pendidikan yang berdiri 100 tahun.
“Organisasi ini lahir di Menes, Kabupaten Pandeglang, dan kini telah berkembang pesat, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ujar Embay Mulya Syarief dalam keterangan yang dikutip MediaBanten.Com, Jumat (13/2/2026).
Dengan lebih dari satu abad berkontribusi dalam pendidikan dan sosial, Mathla’ul Anwar telah memperlihatkan dampak positif yang besar bagi masyarakat.
Asep Rohmatulloh, Ketua OC Muktamar XXI, menyatakan bahwa Muktamar XXI akan menjadi momentum untuk memperkuat peran Mathla’ul Anwar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Melalui muktamar ini, kami berharap Mathla’ul Anwar tidak hanya menjadi organisasi besar, tetapi juga dapat membawa dampak besar bagi umat,” ungkapnya.
Walidan, Ketua Panitia Muktamar XXI, menambahkan bahwa acara sarasehan ini sangat strategis untuk memperkuat ukhuwah di kalangan anggota dan memperkokoh peran Mathla’ul Anwar di masyarakat.
Komarudin, Asda 1 Provinsi Banten, menambahkan, “Muktamar ini bukan hanya soal regenerasi, tetapi juga soal penguatan peradaban umat. Mathla’ul Anwar harus menjadi contoh bagi ormas Islam lainnya dalam berkontribusi pada pembangunan daerah, memperkuat ekosistem pendidikan, dan memajukan kesejahteraan sosial.”
Imron Rosadi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menekankan bahwa acara ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan gagasan strategis demi kemajuan Banten, terutama di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.
“Semoga muktamar yang akan datang bisa memperkuat Mathla’ul Anwar sebagai ormas Islam terbesar yang terus berkontribusi untuk Indonesia dan dunia,” tegas Imron dalam sambutannya.
Kritik MA
Namun, dalam acara ini, muncul beberapa kritik terkait eksistensi Mathla’ul Anwar di masyarakat. Prof. Syibli Sarjaya, mantan Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengingatkan akan perlunya penguatan persatuan internal organisasi. “Mathla’ul Anwar masih dihitung, tetapi belum diperhitungkan,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar Mathla’ul Anwar memperbaiki konsolidasi organisasi serta penguatan kelembagaan, guna memperbesar daya saing organisasi ini dengan ormas-ormas besar lainnya.
KH Jazuli Juwaini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, menyoroti lemahnya keberadaan Mathla’ul Anwar di Provinsi Banten.
“Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Jazuli, sambil menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.
KH. Zaenal Abidin Suja’i, salah satu tokoh penting dalam Mathla’ul Anwar, juga menyoroti pentingnya peningkatan eksistensi organisasi di Provinsi Banten.
“Eksistensi kita belum dirasakan secara luas, ini menjadi pekerjaan rumah besar,” ujar Zaenal. Ia juga menambahkan bahwa citra organisasi harus terus dibangun agar Mathla’ul Anwar lebih dikenal di Banten dan seluruh Indonesia.
May Jen TNI (Pur), Wawan Ruswandi, menekankan bahwa penguatan pendidikan, dakwah, dan sosial harus menjadi prioritas utama agar Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan.
“Kita harus memperkuat tiga pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,” ujarnya.
H. Taufikurohman, Ketua DPW MA Provinsi Banten, mengungkapkan pentingnya pembenahan sektor pendidikan, dakwah, dan sosial agar Mathla’ul Anwar semakin baik di masa depan. “Kita harus memperkuat tiga pilar utama ini untuk masa depan Mathla’ul Anwar yang lebih baik,” ujarnya.
Tokoh penting lainnya, Andi YH Djuwaeli, juga menegaskan bahwa penguatan pendidikan melalui madrasah harus menjadi prioritas utama dalam memastikan keberlanjutan Mathla’ul Anwar sebagai organisasi. (Pengirim: Eko Supriatno – Unma Banten)








