Hukum

Pemkot Cilegon Akan Hentikan Sementara Aktivitas Pertambangan di 4 Kecamatan

Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan menghentikan sementara aktivitas pertambangan di 4 kecamatan sebagai buntut bencana banjir belum lama ini dan bagian dari moratorium perizinan di Kota Cilegon. Ke-4 kecamatan itu adalah Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan.

Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, Pemkot Cilegon segera melayangkan surat permohonan kepada Gubernur Banten terkait moratorium perizinan aktivitas pertambangan di wilayah Kota Cilegon.

Langkah strategis Pemerintah Kota Cilegon ini untuk menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Salah satu upaya tersebut, yaitu dengan membentuk Satgas Penanganan Banjir Kota Cilegon yang melibatkan seluruh stakeholder terkait.

“Kita lakukan pembentukan Satgas Penanganan Banjir Kota Cilegon, mengingat kejadian banjir yang terjadi cukup luar biasa dan terus berulang di sejumlah wilayah,” ujarnya usai memimpin rapat di Command Center 112, Senin (12/1/2026).

Aziz menambahkan, jika pembentukan satgas tersebut, merupakan hasil usulan dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Masyarakat Korban Banjir, DPRD Kota Cilegon serta stakeholder yang berperan dalam penanganan banjir.

“Satgas ini, kita bentuk sesuai dengan usulan dari Aliansi Masyarakat Korban Banjir, DPRD Kota Cilegon dan stakeholder yang memiliki peran dalam penanganan banjir,” ungkapnya.

“Kita akan layangkan surat permohonan ke Gubernur tentang moratorium perizinan galian pertambangan di Kota Cilogon, dan kami juga akan menyampaikan surat penghentian sementara aktivitas galian pertambangan yang ada di 4 kecamatan mulai dari Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilogon, Citangkil dan Ciwandan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan dalam menangani banjir dan upaya pemulihan lingkungan, Aziz menyebutkan, jika pada Kamis mendatang Pemerintah Kota Cilegon akan mulai melakukan gerakan penanaman sejuta pohon yang akan dilakukan di seluruh kecamatan Kota Cilegon khusunya di empat kecamatan yaitu Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan.

“Kamis mendatang juga kita akan memulai gerakan penanaman sejuta pohon di masing-masing kecamatan, utamanya kecamatan Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan. Hal tersebut kami lakukan sebagai upaya kita untuk memulihkan lingkungan,” ungkapnya.

Aziz juga menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon akan menginstruksikan sejumlah perusahaan atau industri untuk memperlebar dimensi saluran air di kawasan industrinya serta melakukan normalisasi drainase guna mengurangi risiko terjadinya banjir.

“Saya juga menghimbau, kepada seluruh industri agar saluran-saluran yang ada di lingkungan industri tersebut dimensinya diperlebar dan dilakukan normalisasi guna mengurangi resiko banjir,” terangnya. (Penulis : Daeng Yusvin)

Yusvin Karuyan

Back to top button