Rentan Tertular, 10.000 Nakes Kab Tangerang Akan Diberi Imunisasi Campak
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menyebutkan sebanyak 10.000 tenaga medis atau kesehatan (nakes) di wilayah tersebut segera diberikan imunisasi campak karena termasuk kelompok rentan tertular penyakit yang menular tesebut.
“Tenaga medis kita target paling banyak itu 10.000 orang menerima imunisasi campak,” ucap Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin.
Ia mengatakan pemberian imunitas campak bagi kelompok nakes dan tenaga medis ini bakal dilakukan setelah mendapat instruksi langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang kini masih menunggu studi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang studi efikasi vaksin campak bagi orang dewasa.
“Jadi untuk tenaga medis kemarin sudah dapat edaran dari Kementerian Kesehatan. Kita tinggal tunggu vaksin untuk tenaga medisnya,” kata Hendra Tarmizi.
Menurutnya, upaya pemberian imunisasi campak khusus nakes dan tenaga medis dilakukan sebagai merespon beberapa kasus yang dialami kelompok medis, sehingga pemerintah menginstruksikan untuk melakukan antisipasi dan penguatan imun pada kelompok rentan atau risiko tinggi tertular penyakit tersebut.
Ia mengatakan Kabupaten Tangerang menjadi daerah prioritas dalam pemberian tambahan imunisasi campak tersebut setelah Tangerang Selatan, Bima, Palembang, Pandeglang, Jakarta Barat, Depok, Palu, dan Serang.
“Sekarang kita hanya menunggu alokasi vaksin saja dari pemerintah pusat, teknis dan pelaksanaan seperti apa nanti kita tunggu,” kata dia.
Sebelumnya Kemenkes mengatakan sebagai upaya melindungi nakes dan tenaga medis, yang termasuk kelompok rentan terhadap campak, pihaknya merencanakan akan memberikan vaksinasi bagi kelompok tersebut.
“Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni.
Dia menyebutkan menurut data Kemenkes sebanyak delapan persen kasus campak terjadi pada orang dewasa, meski memang mayoritas terjadi pada balita.
“Dan untuk dari 10 yang meninggal pada tahun 2026, ada satu kasus pada usia dewasa 25 tahun. Kemudian umumnya pada balita. Tetapi ada kasus anak-anak, tapi usia 14 tahun. Itu kan tidak termasuk dewasa,” katanya. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)










