Ruas Jalan Terdampak Tsunami di Banten Sudah Bisa Digunakan

Jalan yang terkena bencana tsunami di Anyer, Carita, Labuan, Tanjung Lesung di Banten kini bisa digunakan kembali. Masyarakat diyakini bisa aman melintas di ruas jalan tersebut. Kondisi jalan yang membaik itu sekaligus memudahykan penyaluran bantuan dan evakuasi korban ke posko kesehatan atau rumah sakit terdekat.

Hadi Soerjadi, Kepala Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten dalam siaran pers Diskominfo Banten yang diterima MediaBanten.Com, Senin (24/12/2018) menyebutkan, ruas jalan itu bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. “Sejak malam, alat-alat brat berupa excavator dan loader sudah berada di lokasi untuk membuka akses jalan,” kata Hadi.

Akses jalan langsung dibuka sehingga jalur lalu lintas relawan yang melakukan evakuasi, jalur bantuan, distribusi obat obatan dan lain lainnya dipastikan tidak mendapat kendala. Sampai dengan hari ini, pihaknya bergerak terus hingga ke arah lokasi bencana di Taman Nasional Ujung Kulon. “Mudah-mudahan, hari ini (Senin) semua akses jalan terkena dampak bencana bisa dibuka dan dipergunakan lagi, sehingga Tim pencairan akan mudah aksesnya,” katanya.

Terjangan tsunami terjadi Sabtu malam menghantam di Selat Sunda yang menewaskan 276 orang di Banten dan Lampung Selatan. Tsunami di Banten juga menggerus jalan di sepanjang kawasan wisata Anyer, Carita, Labuan, Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur dan Ujung Kulon. Ruas jalan wisata itu tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan cincin luar Pulau Jawa ini memerlukan pembukaan akses dan perbaikan sementara.

Baca: Data Korban Tsunami Selat Sunda Masih Berbeda Antara Polisi dan BPNPB

Bantuan dari Pemprov Banten sudah disalurkan sesaat bencana terjadi. Bantuan tersebut berupa paket sandang, pakaian anak, paket makanan, dan lain-lain. Selain itu, ke lokasi bencana di drop peralatan seperti perahu karet, tenda pengungsi, tambang, genset, kantong mayat, masker dan lain-lain.

Pemprov Banten juga sejak hari pertama sudah membuat posko penanggulangan bencana di lokasi-lokasi bencana, seperti Carita, Labuan, Panimbang, Anyer yang dikoordinasikan dari Posko Bencana berikut Posko Kesehatan yg telah didrop obat-obatan berikut para dokter dan tenaga medis hingga relawan kesehatan. Posko Bencana berpusat di Kantor BPBD Provinsi Banten.

Data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Banten sampai dengan pukul 12.00 WIB tanggal 24 Desember 2018 mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut mencapai 276 orang. Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 783 orang dan 68 orang hilang, sebanyak 4.764 orang berada di pengungsian.

Sementara itu, sebanyak 192 orang dalam proses evakuasi di sekitar wilayah Tanjung Lesung. Sedangkan kerugian material mencapai 443 unit rumah, 10 unit kendaraan roda 4, 38 unit roda dua, 9 unit hotel rusak berat. Dan, disekitar wilayah Tanjung Lesung sebanyak 60 unit warung rusak berat. (Siaran Pers Diskominfo Banten)