Wagub Banten: BUMD Agrobisnis Untuk Stabilitkan Pasokan dan Harga Komoditas

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agrobisnis yang akan dibentuk Pemprov Banten didorong berinteteraksi langsung dengan petani, usaha tani, kelompok tani untuk mengembangkan sistem distribusi komoditas pertanian yang pada akhirnya memelihara stabilitas harga dan pasokan bagi masyarakat.

Pembentukan BUMD Agrobisnis itu sudah termuat dalam revisi RPJMD 2017-2022 yang telah disetujui DPRD Banten, belum lama ini.

“Sebagian besar hasil pertanian langsung di jual ke luar Provinsi Banten. Untuk itu, diharapkan dari hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk hasil pertanian langsung, tetapi juga menjadi bahan olahan hasil industri yang mempunyai nilai tambah lebih,” papar Andika dalam sambutannya saat membuka acara Gelar Teknologi Tepat Guna tingkat (TTG) Provinsi Banten tahun 2019 di Alun-alun Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (26/8/2019).

Baca:

Kawasan Terpadu Teknologi

Andika melanjutkan, tentang adanya kebutuhan kawasan terpadu untuk aplikasi teknologi tepat guna untuk implementasi berbagai jenis teknologi yang telah dikaji oleh berbagai lembaga baik perguruan tinggi, lembaga riset pemerintah dan swasta untuk dapat diterapkan dalam skala ekonomi yang berfungsi sebagai pelatihan dan pusat transfer teknologi ke masyarakat luas.

Terkait itu, Andika berharap di setiap kabupaten/ kota terdapat techno park sebagai suatu solusi teknis pengembangan industri berbasis masyarakat yang sesungguhnya merupakan perpaduan yang harmonis penerapan teknologi dengan sumber daya alam dengan berbasis kebutuhan komunitas untuk peningkatan value produk industri kecil dan menengah.

Menurut Andika, techno park berfungsi sebagai center of excellent yang mampu menjadi disseminator teknologi dan sekaligus sebagai motor penggerak kemajuan industri yang berbasis teknologi sesuai kebutuhan dan keunggulan spesifik di masing-masing daerah. Kata dia, techno park dapat menjadi onestop interface antara industri dan perguruan tinggi. Techno park juga, lanjutnya, merupakan sarana alih teknologi dan proses komersialisasi hasil-hasil penelitian dari akademisi.

“Untuk itu, sinergitas pemerintah daerah bersama-sama akademisi, industri diharapkan dapat meningkatkan aplikasi teknologi tepat guna mendukung proses pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti mengatakan, acara gelar TTG tersebut dilakukan sebagai langkah strategis penyebarluasan informasi berbagai teknologi yang dapat memberikan nilaitambah kepada masyarakat. “Dan juga dimaksudkan sebagai forum untuk menggali pemikiran dalam rangka menyusun kebijakan penerapan dan penyusunan Teknologo Tepat Guna dalam upaya pemberdayaan masyarakat,” ujarnya. (Siaran Pers Tim Media Wagub Banten)

Berita Terkait