Seni Budaya

Sajak “September Mengerikan” Karya Pulo Lasman Simanjuntak

September Mengerikan dituangkan dalam kata, kalimat, diksi, majas dan imaji seorang penyair dari pinggiran selatan Kota Jakarta, kata Pulo.Lasman Simanjuntak, penyair yang kini berusia 62 tahun.

“Tepat awal bulan September 2023 saya sudah terinspirasi untuk.menulis sebuah karya sastra berupa puisi dan. sajak dengan larik dan bait memotret kehidupan yang makin mengerikan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/9/2023).

Dalam sajaknya berjudul September Mengerikan, Penyair Pulo Lasman Simanjuntak banyak menyentuh sekitar kehidupan yang masih terikat-bahkan terbelenggu- kemiskinan, kemelaratan, nyaris seperti suara protes sosial.

Namun, hanya kepada Tuhan saja dihembuskan nafas kehidupan.

“Semuanya itu saya tulis pada hari ini dari sudut pandang realita dan kesaksian nyata.Bahkan banyak dibungkus dengan filsafat teologia dalam bahasa sastra metafora,” kata Penyair Pulo Lasman Simanjuntak yang sehari-harinya dikenal sebagai wartawan dan rohaniawan ini.

Berikut kita baca dan nikmati sajak pilihan dan terbaru di bawah ini.

Sajak Pulo Lasman Simanjuntak.

SEPTEMBER MENGERIKAN

seribu peluru persungutan liar-

dimuntahkan

dari genting rumah

jatuh di dasar sumur

air tanah makin memuakkan

bahkan suara ledakannya

tak mampu tembus

cakrawala garis jingga

ditelan minyak jelantah

dikunyah bau busuk

mulutnya

siapa lagi awal bulan ini

mau memberi sepotong daging segar

jelang hari ketujuh mengetuk pintu

tannyamu

seperti suara kidung

putus asa

mari,

tetap kita nyalakan obor

berjalan dengan tiang api

di atas mezbah sajakku

pesta kelaparan

mau digelar

hambar

ingat, teriakmu

tak ada hawa napsu birahi

dikunci tiap dinihari

menebar benih kesakitan

sangat membosankan

pergilah ke gurun pasir

tusuk tenggorokanmu

pecah

berdarah

tak ada hujan

september telah datang

makin mengerikan

kembali dihadirkan

lewat tangisan bayi dalam kandungan

doa deras dilayangkan tiap malam

tak mampu lagi membendung pikiran

dan ramalan

digenapi

sungguh menyakitkan

Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Kota Surabaya, 20 Juni 1961.Menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Publisistik (STP-Jakarta).

Menulis puisi pertama kali berjudul IBUNDA dimuat di Harian Umum KOMPAS pada bln Juli 1977.Setelah itu sejak tahun 1980 sampai tahun 2023 ini berturut-turut karya puisinya dimuat (dipublish) di berbagai media cetak (koran harian, suratkabar mingguan, dan majalah).

Selain itu karya puisinya telah dimuat (dipublish) di sejumlah media online, dan majalah digital di Indonesia serta Malaysia.

(Pulo Lasman Simanjuntak)

Editor Iman NR

Iman NR

Back to top button