Satu Korban Tenggelam di Bagedur Ditemukan Meninggal

Satu dari dua korban yang hilang terseret ombak di Pantai Bagedur ditemukan sudah meninggal pada Sabtu (16/11/2019), pukul 06.00 WIB.

Korban yang ditemukan bernama Puji (32) asal Desa Kadomas, Kabupaten Pandeglang. Saat ditemukan, mayat hanya mengenakan celana dalam.

Kapolsek Malingping, Kompol Budi Warsa menjelaskan bahwa satu dari dua korban yang hilang sudah ditemukan oleh para pemancing di sekitar perairan Selatan Banten tersebut.

“Pada hari Sabtu tanggal 16 November 2019 sekira pukul 06.00 WIB, telah ditemukan mayat Laki-laki terdampar di pesisir Pantai Tenjo Laya, Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak,” kata Kapolsek.

Pemancing

Kronologis penemuan mayat tersebut berawal ketika para pemancing melihat ada mayat terbawa ombak.

Saat saksi-saksi sedang memancing ikan di sepanjang Pesisir Pantai Tenjo Laya melihat ada mayat dengan posisi terlentang terbawa arus ombak.

“Karena takut mayat tersebut terseret ombak kembali ke tengah, maka saksi bersama masyarakat berinisiatif untuk membawa mayat tersebut ke pinggir pantai,” ungkapnya.

Identitas korban yakini Puji (32)
warga asal Kampung Pakalongan Desa Kadomas Kecamatan Pandeglang Kabupaten Pandeglang.

Telanjang

Pada saat mayat di temukan dalam keadaan telanjang hanya menggunakan celana dalam warna hitam dengan ciri-ciri rambut pendek, tinggi sekitar 160 Cm, kulit hitam, gigi atas ompong dan di sebelah tangan kiri menggunakan gelang hitam putih.

Terpisah, Mumu Mahmudi, Ketua Balawista Pantai Bagedur mengatakan, satu orang dari dua korban yang hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal.

“Baru ditemukan satu orang atas namanya Puji,” kata Mumu melalui pesan singkat.

Sebelumnya pada Jumat kemarin dikabarkan ada tiga orang wisatawan asal Kabupaten Pandeglang terseret ombak, satu diantaranya selamat dan dua masih dikabarkan hilang. (Ersya Augusta Golda)

Ersya Agusta Golda

Jurnalis at MediaBanten.Com
Bergabung dengan MediaBanten.Com sejak 2018 dan sering mengirimkan karya jurnalistik yang unik. Karyanya lebih sering berkaitan dengan wilayah yang berada jauh dari Ibukota Provinsi Banten, lebih tepatnya di sebelah selatan Banten. Karena itu, karya jurnalistik yang khas daerah tersebut.
Ersya Agusta Golda

Berita Terkait