Politik

Sebanyak 85 Anggota DPRD Banten Rapid dan Swab Test

Sebanyak 85 anggota DPRD Banten beserta pegawai di gedung legislatif itu mengikuti rapid test (RT). Pemeriksaan kesehatan ini sudah berlangsung sejak pagi tadi, Kamis (17/9/2020).

“Semua anggota dewan dan karyawan, termasuk staff nya juga (di rapid test). Dari pagi, jam 09.00 wib, 15 menit usai test langsung diketahui hasilnya,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Banten, Yoyon Sujana.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Pandeglang ini bercerita hingga dirinya selesai melakukan rapid test, belum ada anggota legislatif Banten yang di nyatakan reaktif. Rapit test ini dilanjutkan dengan pemeriksaan swabnya.

Rapid test dilakukan di Aula Serbaguna DPRD Banten. Para wakil rakyat beserta pegawai hingga staff masuk secara bergantian ke dalam ruangan dengan menjaga jarak.

Baca:

Baca Juga:   Itik Jadi Maskot Pilkota Serang 2018

“Alhamdulillah negatif semua. Yang melakukan test ada (petugas) dari rumah sakit dibawah pertanggung jawaban Dinkes. Diruangan serbaguna. Alhamdulillah saya hasilnya negatif,” terangnya.

Yoyon meminta masyarakat tidak termakan hoax atau informasi tidak benar mengenai pemeriksaan rapid test. Lantaran rapid test merupakan tahap awal untuk mengetahui seseorang terjangkit Corona atau tidak.

“Harapan dari rapid tes, semua masyarakat tentunya jangan sampai ragu apalagi takut melakukan rapid test, itu pondasi awal menjaga diri kita dari penyakit covid, agar kita semua terhindar dari corona,” jelasnya.

Rapid test menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendeteksi terinfeksi COVID-19 dalam tubuh manusia. Pemeriksaan rapid test hanya merupakan penapisan awal. Selanjutnya, Hasil pemeriksaannya harus tetap dikonfirmasi melalui pemeriksaan PCR.

Swab test corona adalah pemeriksaan untuk mendeteksi virus corona. Tes ini juga disebut tes PCR (polymerase chain reaction).

Baca Juga:   Banten Keluar Dari Zona Resiko Tinggi Covid 19, Vaksinasi Masih Kurang

Dalam swab test corona, petugas medis akan mengambil sampel apus dari saluran pernapasan. Misalnya, hidung dan tenggorokan. Sampel ini kemudian dibawa diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus corona.

Tes PCR menganalisis DNA atau RNA (materi genetik virus) yang terdapat dalam virus. Meski sampel hanya mengandung materi genetik dengan jumlah sedikit, pemeriksaan ini dapat melipatgandakan DNA atau RNA tersebut. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama
SELENGKAPNYA
Back to top button