Tarif Tol Tangerang-Merak Naik, Dibilang Menyesuaikan

Foto: Istimewa

Pengelola Jalan Tol Tangerang-Merak menerapkan tarif baru sejak Selasa (21/11/2017) dini hari. Kepala Divisi Operasi Ega N Boga di Tangerang, secara keseluruhan kondisi lalu lintas lancar sejak diberlakukannya penyesuaian tarif tol mengacu Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 896/KPTS/M/2017 tanggal 13 November 2017.

“Ah, pake dibilang menyesuaikan, tetap saja kami merasakan sebagai kenaikan tarif tol. Jangan pake bahasa-bahasa begitu lah. Naik ya bilang aja naik,” kata Rozak, pengemudi kendaraan saat masuk pintu tol Serang Timur.

Tarif tol baru untuk jarak terjauh  asal dan tujuan perjalanan Ruas Tol Cikupa-Merak pada sistem transaksi tertutup mengalami penyesuaian, untuk Golongan I menjadi Rp41.000 dari Rp38.000, Golongan II Rp57.000 dari Rp53.000, Golongan III Rp67.500 dari Rp63.000, Golongan IV Rp88.500 dari Rp82.500 dan Golongan V Rp107.000 dari Rp99.500.

Adapun besaran tarif untuk asal dan tujuan perjalanan segmen Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa pada sistem transaksi terbuka tidak berubah, tetap diberlakukan tarif untuk Golongan I Rp7.000, Golongan II Rp9.500, Golongan III Rp12.000, Golongan IV Rp16.000 dan Golongan V Rp20.000.

Pada tepat pukul 00.00 WIB, manajemen Astra Infra Tol Tangerang-Merak yang diwakili Kepala Divisi Operasi Ega N Boga, Manager Humas Theresia Dyah Murtandini, dan Manager Pengendalian Pengumpulan Tol Emon Sukarya membagikan cinderamata serta flyer informasi penyesuaian tarif.

Sesuai peraturan evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi. Sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata inflasi ketiga daerah yang yang dilintasi Ruas Cikupa-Merak, yaitu Tangerang, Serang dan Cilegon, sebesar 7,32 persen.

Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak senantiasa memperhatikan 8 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang sudah diatur oleh Badan Pengatur Jalan Tol yaitu kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata, aksesibilitas, mobilitas keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan serta kebersihan lingkungan dan kelaikan Tempat Istirahat dan Pelayanan.

Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Wiwiek D. Santoso menegaskan dengan rata-rata lalin sebanyak 130.000 kendaraan, ASTRA Tol Tangerang-Merak senantiasa berupaya meningkatkan layanan terbaik diberbagai bidang kepada seluruh pemangku kepentingan.  “BPJT telah memeriksa pemenuhan SPM di ruas tol kami dan dinyatakan SPM telah dipenuhi.” kata Wiwiek. (antaranews.com/IN Rosyadi)

Berita Terkait