Ekonomi

10.256 Tenaga Kerja Terserap Dalam Realisasi Investasi Triwulan 2 Kota Tangerang

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Banten, menyebutkan realisasi investasi pada triwulan kedua tahun 2025 sebesar Rp8,21 triliun berhasil melakukan penyerapan tenaga kerja sebanyak 10.256 orang.

Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Sugihharto Achmad Bagdja di Tangerang, Senin (18/8/2025) mengatakan penyerapan tenaga kerja tersebut terbagi dua, yakni untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) ada 8.442 orang, dan penanaman modal asing (PMA) ada 1.841 orang.

“Capaian investasi tak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga penyerapan tenaga kerja yang memang jadi prioritas kami dalam menekan angka pengangguran,” kata Sugihharto Achmad Bagdja.

Adapun lima sektor terbesar untuk realisasi investasi pada triwulan kedua, yakni karet dan plastik 23 persen, perdagangan dan reparasi 13 persen, industri logam dasar dan peralatannya sembilan persen.

Lalu, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar sembilan persen. Untuk sektor kelima yakni industri kertas dan percetakan sebesar sembilan persen.

Sementara untuk lima negara terbesar terkait penanaman modal asing pada triwulan kedua sebesar Rp2,1 triliun, yakni Singapura, Tiongkok, Jepang, Malaysia, dan Seychelles. “Untuk Singapura dan Tiongkok sejak triwulan pertama konsisten pada lima besar,” ujarnya pula.

Suggiharto menambahkan untuk di triwulan kedua, DMPTSP Kota Tangerang mencatat ada 10.274 proyek, meningkat 68 persen dibandingkan triwulan pertama yakni 6.099 proyek. “Kota Tangerang telah jadi mangnet bagi investor,” ujarnya lagi.

Target RPJMD Kota Tangerang 2025 untuk realisasi investasi, yakni sebesar Rp15,11 triliun dan hingga semester satu telah tercapai Rp12,58 triliun atau 83,21 persen terdiri dari PMDN Rp8,98 triliun dan PMA sebesar Rp3,6 triliun.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menambahkan Pemkot Tangerang akan terus mempermudah layanan publik di sektor perizinan dan investasi.

“Kami terus mengoptimalkan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dengan target penyelesaian 10 jam, bahkan kurang. Kami juga menjalin kerja sama dengan dunia usaha, sektor industri, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang internasional, untuk membuka peluang retribusi parkir dan menggerakkan roda ekonomi di kawasan bandara,” katanya pula. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button