Ekonomi

Dialokasikan Rp4,1 Miliar, Layanan Trans Banten Dipastikan Tetap Gratis Selama 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan layanan transporasi massal Trans Banten masih gratis selama tahun 2026 dengan dukungan anggaran Rp4,1 miliar. Padahal status layanan ini sudah operasional penuh, tidak lagi uji coba sejak Oktober 2025.

Kepastian layanan transportasi gratis itu dikemukakan Tri Nurtopo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Rabu (7/1/2026).

Kebijakan ini sesuai dengan arahan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk memperluas akses transportasi bagi masyarakat. Kebijakan tarif gratis masih dipertahankan tanpa batas waktu yang ditentukan.

“Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur, Trans Banten berlanjut. Jadi sekarang sudah berjalan, bukan uji coba lagi,” ujar Tri.

Menurut Tri, langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum dan menekan beban biaya.

Di sisi layanan, Dishub Banten melakukan penguatan operasional dengan memperkuat armada. Saat ini Trans Banten mengoperasikan empat unit bus, bertambah dua unit dari sebelumnya.

Penguatan armada tersebut ditujukan untuk memperpendek waktu tunggu penumpang. “Sekarang kita tambah dua bus lagi, jadi total ada empat unit yang beroperasi. Intervalnya kita upayakan setiap setengah jam sekali,” jelas Tri.

Penyesuaian interval tetap diberlakukan pada hari libur. Pada Sabtu dan Minggu, kedatangan bus diatur setiap satu jam sekali, karena tingkat aktivitas masyarakat dinilai lebih rendah dibandingkan hari kerja.

Upaya peningkatan efektivitas layanan juga dilakukan melalui penyesuaian rute. Rencana awal yang memulai lintasan dari Perumahan Alamanda Trondol dialihkan, karena keterbatasan kapasitas jalan.

Saat ini, rute Trans Banten berputar di kawasan Mall of Serang (MOS) dan diperpanjang hingga UIN Sultan Maulana Hasanuddin Kampus Ciceri.

“Karena ada permintaan dari UIN SMH, kita tambahkan rute ke Kampus Ciceri, lalu ke Jalan Trip Jamaksari dan masuk ke Jalan Armada,” ujar Tri.

Selain rute, titik pemberhentian bus turut disesuaikan untuk memangkas waktu tempuh. Bus yang sebelumnya masuk ke Terminal Pakupatan kini dialihkan berhenti di Halte Taman Patung Debus Kemang.

Untuk mendukung operasional sepanjang 2026, Pemprov Banten mengalokasikan anggaran Rp4,1 miliar dengan skema Buy The Service (BTS).

Melalui skema ini, apabila ke depan tarif diberlakukan, seluruh pendapatan penumpang akan masuk ke kas daerah.

Saat ini Trans Banten melayani lintasan Kampus Untirta Sindangsari–Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani–Terminal Pakupatan–Jalan Sudirman–Simpang Ciceri–Jalan Trip Jamaksari–Jalan Avip Usman–Jalan Armada–Jalan Raya Jakarta–Simpang Parung–kembali ke Jalan Syekh Nawawi Al-Bantani hingga Kampus Untirta Sindangsari, dengan titik tambahan di Halte UIN Ciceri dan Halte Taman Patung Debus. (Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button