Lingkungan

Bantuan Belum Datang, Korban Bencana Banjir di Jayanti Dirikan Tenda dan Dapur Mandiri

Sejumlah korban bencana banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, bergotong royong membangun dapur umum dan tenda pengungsian.

Berdasarkan pantauan di lokasi bencana tepatnya di rukun warga (RW) 03, rukun tetangga (RT) 05, Perumahan Taman Cikande, pada Rabu (14/1/2026) nampak sejumlah warga bahu-membahu mendirikan tenda dan dapur umum untuk pengungsi bencana banjir.

Masyarakat setempat juga terlihat mulai melakukan kegiatan memasak untuk disajikan bagi para korban bencana tersebut.

Selain itu, sebagian warga setempat sibuk mengangkut dan mengevakuasi sejumlah benda berharga dari rumah yang tampak terendam air banjir.

Ketua RW 03, Fiktor Silaen menyampaikan bahwa pendirian dapur dan tenda pengungsian ini dilakukan secara mandiri yang ditunjukkan untuk mencukupi kebutuhan selama di pengungsian.

“Karena dari Pemerintah Kabupaten Tangerang belum datang bantuannya, maka kita secara swadaya membangun tenda. Kami sekarang menunggu bantuan dari kecamatan, desa, bupati hingga gubernur, namun sampai sekarang belum datang,” ungkapnya.

Ia mengaku, saat ini korban bencana banjir di lingkup perumahannya sangat membutuhkan bantuan sembako hingga obat-obatan. Sebab, katanya, situasi terkini volume air dari luapan Sungai Cidurian terus naik hingga hingga permukiman warga.

“Sampai sekarang bantuan belum ada. Tadi dari PMI sudah koordinasi untuk mengirimkan perahu,” tuturnya.

Fiktor bilang, selain bantuan kebutuhan pangan dan obat-obatan, pihaknya juga kini memerlukan bantuan perahu karet. Pasalnya, kini para korban perlu dievakuasi ke tempat lebih aman.

“Sementara kami buat perahu sederhana dibuat swadaya. Perahu sangat dibutuhkan untuk mengangkat barang-barang dan evakuasi korban,” kata dia.

Dia mengungkapkan, berdasarkan pendataan terdapat 222 kepala keluarga (KK) di Perumahan Taman Cikande tepatnya di RW 03 terdampak banjir. Dimana, ketinggian air yang merendam permukiman ini mencapai 60 centimeter hingga dua meter.

“Yang terdampak banjir ini mencakup RT 04, sebanyak 17 KK. RT 05 sebanyak 62 KK. Dan total keseluruhan yang terdampak sekarang ini 222,” tuturnya.

Menurutnya, banjir di Perumahan Taman Cikande ini disebabkan meluapnya aliran Sungai Cidurian. Sejak tahun 1996, permasalahan tak kunjung teratasi.

“Jadi banjir di sini itu banjir kiriman, karena meski pun enggak hujan, tetap banjir kalau sungainya meluap,” pungkas dia. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button