Ditarget, Satu Bank Sampah Per Desa di Kabupaten Serang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, menargetkan pembentukan minimal satu bank sampah perintis di setiap desa untuk mengedukasi masyarakat dalam memilah sampah organik dan non-organik sejak dari hulu.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas di Serang, Minggu, mengatakan keberadaan bank sampah di tingkat desa krusial untuk mengurangi beban sampah daerah secara signifikan.
“Saya berharap agar di satu desa minimal ada satu bank sampah perintis, sampai nanti edukasi dan penyuluhannya menyebar ke semua warga. Kalau semua desa bisa memilah sampah, beban sampah di Kabupaten Serang akan berkurang,” kata Najib.
Najib meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para camat untuk menindaklanjuti target tersebut. Menurutnya, langkah ini terlihat sederhana namun memiliki dampak besar dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Serang maupun Provinsi Banten.
Terkait mekanisme, Najib menjelaskan bahwa pengeolaan sampah memiliki standar program yang meliputi rekrutmen anggota, pertemuan rutin, serta penimbangan sampah sebulan sekali. Sampah yang dikumpulkan masyarakat akan dikonversi menjadi nilai ekonomis yang dapat ditabung atau dibelanjakan.
“Masyarakat dalam pertemuan rutin sambil penimbangan nanti ada nilai ekonomisnya. Manajemen pengelolaan sampah yang akan mengaturnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Najib juga mengapresiasi kolaborasi dengan Induk Sampah Bhayangkara dari unsur kepolisian yang turut mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, Manajer Umum Bank Sampah Barokah, Milatul Asfia, mengatakan pihaknya terus berupaya memperluas kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan nasabah bank sampah.
“Tujuan intinya untuk membantu masyarakat menghasilkan nilai ekonomi dari mengelola sampah,” katanya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)



