Atlet Paralimpik Cilegon Raih Emas Paragames 2025 Thailand, Semoga Diperhatikan Pemprov
Handayani, atlet paralimpik asal Link Temu Putih, Kota Cilegon, Provinsi Banten meraih medali emas di kejuaraan International Paragames 2025-2026 Thailand.
Atlet boccia asal Kota Cilegon, Provinsi Banten, Handayani, berhasil membagakan setelah menambah perolehan medali emas pertama untuk Kontingen Indonesiap di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand.
Atlet paralimpik asal Cilegon ini unggul dari lawannya di final nomor individu putri BC-1, yang digelar di Indoor Stadium His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand.
Reda Manthovani, bertindak sebagai Chef de Mission (CdM) atau Ketua Kontingen Indonesia untuk di Paragames Thailand 2025, membenarkan raihan medali emas cabor Boccia diraih oleh Handayani.
“Iya benar, tadi saya nonton sendiri,” kata Reda Mantovani melalui whatsapp, Jumat (23/1/2026).
Dikutip dari kemenpora.go.id, penampilan Handayani sempat membuat grogi. Namun dengan ketenangannya,. Ia mampu menguasai lapangan.
“Alhamdulillah bersyukur, tadi final melawan Malaysia sempat menuntut mental kuat, karena sempat tertinggal 2N. Tapi alhamdulillah, di N ke-3 bisa membalikkan keadaan dan di N4 pun harus extra time,” ujar Yani usai bertanding.
Dalam jalannya pertandingan, meski di tengah tekanan dan kebingungan, putri asal Cilegon, Banten ini, mampu mengatur emosi dan terus berdoa untuk meraih hasil tertinggi.
“Iya, sempat bingung. Tapi, tetap optimis dan berdoa dan alhamdulillah bisa menang. Doa orang tua dan dukungan dari rekan-rekan, sangat membantu percaya diri. Saya persembahkan emas ini untuk bangsa Indonesia, pastinya,” tutur Handayani.
“Buat teman-teman jangan patah semangat, yakin, terus berdoa jangan patah semangat intinya jika pikiran positif hasilnya juga positif. Terima kasih buat ibu, mamang yang selalu doain, sehat selalu,” sambung Handayani.
Sementara itu, pelatih Handayani, Ahmad Kunaefi, mengaku bersyukur. Dimana anak didiknya berhasil menorehkan medali emas pada kejuaran event Paragames tersebut.
“Yang pertama, kami bersyukur atas capaian atlet kami . Dimana raihan medali emas ini juga berkat doa, seluruh masyarakat Banten, khusus Kota Cilego, para pengurus, pemerintah yang selalu support kepada NPCI Cilegon,” katanya, Jumat (23/1/2026).
Ia menceritakan, asal muasal Handayani bisa berprestasi. Dimana, sebelumnya cabor yang digelutinya adalah catur.
“Dulu itu Handayani atlet Catur. Kemudian saya melihat ada potensi yang bagus yakni mentalnya terasah dan tenang. Maka saya tawari untuk pindah cabor, karena ada persaingan yang cukup berat,”ujarnya.
Gayung bersambut, ujar dia, Handayani mau pindah cabor dan serius melakukan Latihan di Boccia sampai dengan sekarang.
“Berbagai event tingkat internasional telah diikuti. Berbagai raihan medali juga didapat pada saat berpasangan. Di Peparnas Papua juga dapat medali, di Solo alhamdullilah dapat,” tuturnya.
Ia menuturkan, Handayani hampir saja ikut serta dalam kejuaraan dunia Paralimpiade di Paris Perancis tahun 2024.
“Namun dalam penghitungan poin, kurang. Sehingga tertunda untuk ikut serta dalam kejuaraan dunia. Kini target kami Handayani harus ikut dalam Paralimpiade di Los Angeles (LA) tahun 2028,”ucap Ahmad Kunaefi.
“Oleh karena itu, usai Paragames Thailand, ia akan mengikuti berbagai kejuaraan level dunia untuk mengumpulkan poin. Minta doanya saja supaya dapat mengharumkan nama Banten, khususnya Kota Cilegon,” sambung Ahmad Kunaefi. (Penulis : Daeng Yusvin)









