32 Rumah Warga Bayah Timur Rusak Parah Akibat Pergerakan Tanah
Sebanyak 32 rumah warga Bayah Timur, Kabupaten Lebak, Banten terancam roboh karena kondisi bangunan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah di daerah itu.
“Kita cukup mengkhawatirkan kondisi rumah warga roboh, terlebih curah hujan tinggi,” kata Kepala Desa Bayah Timur Rafik Rahmat Taufik saat dihubungi di Lebak, Rabu.
Kejadian rumah warganya yang terdampak pergeseran tanah sudah berlangsung tiga sampai empat tahun.
Namun, belakangan ini semakin parah akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan 32 rumah kondisinya rusak berat.
Bahkan, tujuh rumah warga setempat terpaksa dikosongkan karena khawatir roboh dan mereka tinggal bersama kerabat.
“Kami mencatat dari 32 rumah warga itu sekitar 150 jiwa yang terdampak pergerakan tanah dan khawatir roboh rumah miliknya,” katanya menjelaskan.
Ia mengatakan, warganya yang terdampak bencana pergerakan tanah bisa dilakukan relokasi ke tempat yang aman.
Karena itu, pihaknya minta Pemerintah Kabupaten Lebak, dan Pemprov Banten dapat merealisasikan relokasi masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kami siap menyediakan lahan lingkungan untuk relokasi pembangunan dan bisa untuk 40 rumah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim penelitian di lokasi pergerakan tanah dengan melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.
“Kami berharap hasil penelitian itu, nanti dilaporkan kepada bupati dan bagaimana untuk menindaklanjuti,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur suryana – LKBN Antara)










