Lalu Lintas

ASDP Merak Minta Maaf, Pemudik Motor Dipungut Bayaran Rp80.000

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, menyampaikan permohonan maaf atas petugasnya yang meminta harga tiket Rp80.000, padahal tercantum Rp45.000 kepada seorang pemudik motor.

Selisih uang yang dipungut oleh petugas yang diminta tolong oleh pemudik asal Bekasi dengan tujuan ke Padang itu sudah diekmbalikan ke yang bersangkutan.

Namun ASDP Indonesia Ferry juga telah menonaktifkan oknum petugas yang terlibat untuk pemeriksaan lebih lanjut serta menyatakan akan memperketat pengawasan layanan di pelabuhan.

Selain itu, masyarakat diimbau membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan.

Pada Minggu (15/3/2026) malam, seorang pemudik mengaku diminta membayar Rp 80.000 untuk tiket penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon. Padahal, harga yang tercantum pada tiket hanya Rp 45.000.

Pemudik bernama Asrul (72), dalam perjalanan dari Bekasi menggunakan sepeda motor dengan tujuan Padang, Sumatera Barat.

Dikatakan, karena paham cara membeli tiket secara daring, Asrul lantas minta bantuan kepada petugas.

“Saya sudah muter cari loket penjualan tiket, tqpi tidak ada. Pas di pintu masuk, petugas menanyakan hp dan saya jawab tidak punya. Trus dibantuin sama dia. Harganya Rp 80 ribu kata dia,” terang Asrul.

Setelah mengetahui harga di tiket hanya Rp45.000, Asrul memprotes petugas. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry kemudian mengembalikan selisih uang yang dibayarkan dan tiket tetap berlaku untuk perjalanan.

Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mencatat sebanyak 16.013 unit kendaraan pemudik telah menyeberang menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, hingga H-6 Lebaran 2026 (Baca: Pelabuhan Ciwandan Seberangkan 16.013 Kendaraan Pemudik dan 20.698 Penumpang).

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, di Cilegon, Minggu, menuturkan bahwa selain belasan ribu kendaraan, tercatat sebanyak 20.698 orang penumpang telah dilayani melalui 115 perjalanan kapal (vessel call).

“Operasional hingga H-6 Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan baik dan kondusif. Kami terus memantau pergerakan trafik secara real-time guna memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal dengan melayani sepenuh hati,” ujarnya. (Penulis : Daeng Yusvin)

Yusvin Karuyan

Back to top button