Dimyati Apresiasi Kesiapan Polda Banten Hadapi Peringatan Hari Buruh
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi kesiapsiagaan Kepolisian Daerah (Polda) Banten dalan menghadapi kemungkinan gangguan ketertiban dalam memperingati Hari Buruh atau May Day.
Demikian disampaikan Wagub Banten, Achmad Dimyati Natakusumah dalam siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten yang dikutip MediaBanten.Com, Selasa (21/4/2026).
“Kalau kita lihat simulasi, jajaran kepolisian sudah siap menangani kemungkinan hal-hal yang terjadi. Apresiasi kepada Polda Banten yang menyelenggarakan simulasi Sispamkota. Ini sangat penting,” ucap Dimyati.
Menurutnya, Polri telah mempersiapkan hal-hal yang mungkin terjadi. Termasuk kesiapan pada personel, peralatan, dan dukungan anggaran dalam menghadapi peringatan Hari Buruh.
“Dan sudah dilihat tahapan-tahapannya dari mulai Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, Penindakan Huru Hara (PHH), hingga penindakan kejahatan. Itu sudah profesional sekali,” ujarnya.
Dimyati juga menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan Polda Banten. Polda mengajak masyarakat dalam komunikasi yang interaktif saat terjadi masalah.
“Dibawah Pak Hengki, hal-hal yang terjadi di Provinsi Banten tidak krusial, semua bisa ditangani secara persuasif. Alhamdulillah aman,” ucap Dimyati.
“Kita di pemerintahan juga merasa aman dari gangguan kerusuhan terhadap perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum,” katanya menambahkan.
Dijelaskan Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, simulasi atau latihan Sispamkota dalam rangka mengamankan perayaan May Day pada tanggal 1 Mei. Simulasi dilakukan bersama jajaran TNI dan pemerintah daerah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, termasuk para buruh.
“Apakah sifat kegiatannya bakti kesehatan, bakti sosial dan semua kegiatan kemasyarakatan dalam rangka May Day kita amankan. Termasuk salah satunya juga adanya unjuk rasa manakala dilaksanakan di wilayah hukum Polda Banten,” katanya.
Pelatihan Sispamkota sendiri dilaksanakan Polda Banten dan jajaran sebagai wujud kesiapan personel, sarana prasarana, serta standar operasional prosedur dalam melaksanakan pengamanan. Pengamanan unjuk rasa baik yang dilaksanakan akan menghadapi May Day maupun kegiatan-kegiatan yang akan datang.
“Yang paling utama standar operasional prosedur dan melatih kesabaran untuk tidak terprovokasi,” tegas Kapolda Banten.
Simulasi juga dibuat untuk latihan pelaksanaan standar operasional prosedur pengamanan unjuk rasa dari penggunaan Perkap (Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) Nomor 1 Tahun 2009. Bagaimana pengamanan unjuk rasa saat situasi aman kondusif atau hijau, saat mulai ada provokasi seperti mengajak petugas terprovokasi dengan mendorong atau melempar, hingga situasi merah yang anarkis.
“Tapi petugas tetap sabar karena memberikan pelayanan dan mengedepankan tim negosiator. Dari Polwan ada Dalmas Awal, Dalmas Lanjut, PHH Brimob, terakhir penggunaan senjata ketika situasi merah,” paparnya.
Hengki berharap, melalui pelatihan ini pengamanan unjuk rasa Polda Banten semakin profesional dan selalu siap. Ia juga berpesan kepada warga Banten untuk tidak mudah percaya berita atau kabar palsu. Untuk memastikan informasi, warga Banten bisa menghubungi nomor 110.
“Mari kita jaga Provinsi Banten dengan aman sehingga Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernut, serta Bupati/Wakil Bupati, Wali Kota/Wakil Wali Kota dapat membangun untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Siaran Pers Biro Adpim Pemprov Banten)



