Petani Lebak Ramai-ramai Jual Biji Cokelat Usai Harga Naik Jadi Rp40.000/Kg
Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten kembali menjual biji cokelat (kakao) usai terjadi kenaikan di tingkat pengepul yang awalnya Rp20 ribu kini menjadi Rp40 ribu per kilogram (kg).
“Kita hari ini menjual biji cokelat kering sebanyak 300 kg dengan harga Rp40 ribu/kg, sehingga menghasilkan pendapatan uang Rp12 juta,” kata Didi Supriyadi (60) seorang petani kakao di Kabupaten Lebak, Sabtu.
Produksi biji coklat hasil panen Maret 2026 terpaksa disimpan sambil menunggu harga kakao terjadi kenaikan.
Sebab, harga biji kakao saat itu ditingkatkan pengepul hanya Rp20 ribu per kilogram (kg). Oleh karenanya, dirinya terpaksa menunda penjualan biji kakao sambil menunggu harga di pasaran membaik.
“Kami merasa senang harga biji kakao ditampung Rp40 ribu/kg, sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” kata Didi.
Begitu pula petani kakao lainnya Udin (55) warga Banjarsari Kabupaten Lebak mengaku dirinya kini menjual biji kakao kering sebanyak 200 kilogram ke pengepul di Rangkasbitung dengan harga Rp40 ribu/kg.
Dari penjualan biji kakao kering itu menghasilkan uang Rp8 juta, sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan pangan dan menabung.
“Kami setahun dua kali panen kakao dengan luas tanam perkebunan seluas 3.000 meter per segi,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Bambang, seorang pengepul hasil komoditas perkebunan di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan, kini mulai ramai petani menjual biji kakao kering mulai 20 kilogram hingga 600 kilogram per hari.
Saat ini, harga biji kakao kembali terjadi kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp40 ribu/kg, bahkan tahun 2024 menembus Rp125 ribu/kg.
“Semua biji kakao dari petani yang ditampung itu dipasok ke Semarang, Jawa Tengah,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)










