Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kali ini, si jago merah melahap area hutan dan semak belukar yang berada persis di pinggir jalan raya lintas pariwisata.
Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Jalan Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Tanjung Lesung menuju arah Sumur, Senin (24/6/2026) dinihari.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kobaran api berwarna jingga kemerahan sangat mengerikan membelah kegelapan malam. Api terpantau dengan cepat merambat dari satu pohon ke pohon lainnya, melahap vegetasi kering yang berada di kawasan tersebut.
Kondisi malam hari yang disertai hembusan angin membuat upaya pemantauan dan pemadaman secara mandiri oleh warga menjadi sangat sulit.
“Asapnya penuh, api semakin membesar,” ujar seorang pria dalam saat memantau pergerakan api dari pinggir jalan.
Tebalnya kepulan asap yang dihasilkan dari pembakaran material organik ini, sangat berpotensi mengganggu jarak pandang (visibilitas) para pengendara roda dua maupun roda empat yang kebetulan sedang melintas di jalur vital penghubung kawasan Tanjung Lesung dan Sumur, tersebut.
Penyebab munculnya titik api, hingga saat ini, belum ada kepastian.
Salah seorang warga kampung setempat yang berada di sekitar lokasi, Pak Endes menuturkan, bahwa masyarakat sekitar juga kebingungan mengenai asal mula api tersebut. “Menurut keterangan warga setempat, setelah terjadi kebakaran ini, penyebab asalnya (api) belum ketahuan,” ujar warga.
Belum diketahui secara pasti, apakah insiden ini murni disebabkan oleh faktor alam akibat gesekan ranting kering di musim kemarau, atau akibat faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan hingga aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Jalan Raya Tanjung Lesung – Sumur, bukanlah jalan biasa, melainkan urat nadi transportasi menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung dan juga jalur utama menuju kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
Terjadinya kebakaran hutan di titik ini, tentu menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, tidak hanya bagi keselamatan warga Desa Banyuasih, tetapi juga bagi stabilitas sektor pariwisata daerah.
Warga sangat berharap pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Pemadam Kebakaran (Damkar), serta unsur TNI/Polri setempat segera menerjunkan armada dan personel untuk melokalisir titik api agar tidak terus meluas dan merambat mendekati area pemukiman padat penduduk. (Penulis : Daeng Yusvin)Ke



