Pemprov Banten Pantau Kondisi Kesehatan Keluarga Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap operasi kemanusiaan, termasuk menjamin dan memantau kondisi kesehatan para keluarga rombongan jurnalis yang hilang di Selat Sunda yang berada di lokasi.
“Kami tetap berharap dan memohon doa agar rombongan jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Gubernur Banten Andra Soni di Pandeglang, Senin.
Gubernur Andra Soni juga telah meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mempertimbangkan perpanjangan operasi. Permintaan ini diajukan jika lima jurnalis dan tiga kru kapal belum ditemukan hingga batas waktu standar pencarian pada hari ketujuh.
“Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga (lima jurnalis dan tiga kru kapal) dan melihat beberapa potensi temuan hari ini,” ujar Andra Soni.
Ia juga telah menemui keluarga lima jurnalis di Hotel Paniisan, Carita. Dalam pertemuan yang penuh haru tersebut, pihak keluarga meminta agar penyisiran juga difokuskan ke wilayah Pulau Sebesi dan memohon agar pencarian tidak dihentikan pada hari ketujuh.
“Kami akan segera mengoordinasikan harapan keluarga tersebut dengan tim SAR,” katanya.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan operasi pencarian pada hari keenam telah mengerahkan 14 armada. Unsur tersebut meliputi tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dan satu Kapal Angkatan Laut (KAL) dari TNI AL, tiga Kapal Patroli (KP) Polairud, tiga Kapal Negara (KN) SAR dari Basarnas Banten, Lampung, dan Jakarta, dua perahu karet Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas, serta dua kapal milik masyarakat.
Dalam penyisiran di sejumlah sektor perairan Selat Sunda, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa material antara lain dua jaket pelampung (life jacket), dua terpal, dan satu galon di lokasi yang berbeda. Namun seluruh temuan tersebut masih dalam proses identifikasi.
“Beberapa tim ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” katanya. (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)



