Banjir di Tangsel Disebabkan Tidak Berfungsi Drainase dan Anak Sungai

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad mengatakan, banjir di Tangsel disebabkan kurang berfungsinya drainase dan anak sungai yang melintas di pemukiman warga.

“Debit hujan tinggi itu di luar perkiraan kita. Faktor lainnya, karena banyak drainase serta anak sungai yang perlu direvitalisasi. Kita perlu kerja sama untuk normalisasi aliran sungai, itu agar mengantisipasi adanya banjir kiriman dari Bogor,” ucap Muhamad saat meninjau sejumlah anak sungai di bilangan Ciputat, Sabtu (4/1/2020).

Kata Muhamad, upaya itu masih dalam perencanaan karena membutuhkan penganggaran dalam APBD 2021. Sedangkan langkah jangka pendeknya, masyarakat bersama seluruh pihak terkait harus membersihkan sampah dari gorong-gorong dan saluran air.

“Saat ini, semua pihak harus bersama-sama membersihkan saluran gorong-gorong dari sampah yang menyumbat,” ucapnya.

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) termasuk wilayah terdampak cukup parah dari bencana banjir yang melanda pada awal pergantian tahun 2020. Tercatat ada 4 jiwa meninggal dunia dan 2.500 orang mengungsi akibat banjir yang terjadi di 119 lokasi.

Kini, kondisi banjir telah mulai surut. Beberapa warga telah berbenah menata kembali rumahnya yang terendam. Ada yang memilih bertahan mengungsi di Posko evakuasi, namun sebagian besar beranjak pulang ke rumah.

Hingga kini, Pemerintah Kota Tangsel terus menginventarisir data resmi akibat dampak banjir. Semua dinas dan instansi terkait, hingga perangkat lingkungan dilibatkan guna mengetahui detail kerusakan, korban luka, maupun kerugian materil akibat banjir tersebut. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Berita Terkait