Polsek Carenang Ingatkan Pelajar Tidak Terlibat Aksi Demonstrasi ke Jakarta
Menindaklanjuti surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Kapolsek Carenang, AKP Desma Priatna mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat aksi demonstrasi ke Jakarta maupun aksi tawuran antar pelajar.
Imbauan tersebut disampaikan AKP Desma Priatna saat menjadi pembina upacara di SMK Bina Insan Binuang dan SMAN 1 Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memberikan edukasi kepada para siswa agar lebih memahami pentingnya menjaga ketertiban dan menaati aturan.
Dalam amanatnya, Kapolsek menekankan bahwa pelajar seharusnya fokus menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri. Keterlibatan dalam aksi demonstrasi yang berisiko maupun tawuran dapat membawa dampak negatif terhadap masa depan para siswa.
“Adik-adik pelajar harus bisa menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh ajakan untuk mengikuti demonstrasi ke Jakarta maupun melakukan tawuran. Hal tersebut dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta mencoreng nama baik sekolah,” ujar Desma Priatna.
Menurutnya, para pelajar perlu bersikap bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan ajakan yang beredar, terutama melalui media sosial. Jangan sampai keinginan ikut-ikutan teman justru membawa mereka ke dalam persoalan hukum atau membahayakan keselamatan diri sendiri.
Kapolsek juga mengingatkan bahwa tawuran bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Jika terjadi perselisihan dengan teman atau sekolah lain, para siswa diminta mengedepankan komunikasi dan menyelesaikannya secara baik-baik dengan bantuan guru maupun pihak sekolah.
“Kami berharap para siswa dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif, belajar dengan sungguh-sungguh, serta menjaga pergaulan. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat merugikan masa depan kalian,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Carenang berharap para pelajar SMK Bina Insan semakin memahami pentingnya disiplin, keselamatan, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
“Kami juga mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi serta membimbing para pelajar agar tidak ikut dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua dan sekolah,” tandasnya. (Yono)



