APBD Kota Tangerang 2021 Usung 4 Program Prioritas Pembangunan

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengusung empat program prioritas pembangunan dalam penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang tahun anggaran 2021.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah dalam rapat paripurna Persetujuan Bersama Tentang Raperda APBD T.A 2021 yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang.

“Di antaranya peningkatan kualitas SDM, infrastruktur, kesehatan dan juga pendidikan,” ujarnya, Selasa (1/12/2020).

Arief menjelaskan Pemkot Tangerang akan mengedepankan program prioritas ‘City Recovery’ pada tahun 2021sebagai langkah penanggulangan dampak pandemi COVID-19 di Kota Tangerang.

Baca:

“Program pelatihan di tiap BLK (Balai Latihan Kerja) yang ada akan dilanjutkan di tahun depan,” tuturnya.

Kota Tangerang juga akan menyiapkan beasiswa bagi siswa berprestasi yang tidak mampu di tingkat perguruan tinggi di tiap kecamatan, perbaikan infrastruktur dan persiapan menghadapi Porprov 2022.

“Ada 3 jalan besar yang terdampak proyek pembangunan tol. Kami sudah koordinasikan dengan Kementerian PU agar segera diselesaikan,” ungkap Arief.

Dalam rancangan APBD T.A 2021 Pemkot Tangerang menganggarkan pendapatan daerah sebesar Rp3,99 triliun dan belanja daerah sebesar Rp4,34 triliun.

“Defisit sebesar Rp349 miliar akan ditutup dari pembiayaan netto,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan pihak DPRD dan Pemkot Tangerang sepakat mengalokasikan anggaran Rp 5,2 miliar untuk beasiswa mahasiswa. Dikatakannya APBD 2021 Kota Tangerang akan fokus dalam penanganan dampak pandemi virus corona atau Covid-19, seperti dibidang kesehatan, pendidikan dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).

“Untuk dibidang pendidikan, ada beasiswa untuk 650 mahasiswa totalnya Rp 5,2 miliar,” beber Gatot.

Menurut dia, tujuan pemberian beasiswa untuk mahasiswa itu bentuk perhatian Pemkot Tangerang bagi siswa SMA dari karangan tidak mampu yang mempunyai potensi. Oleh karena itu, Gatot berharap, pemberian beasiswa itu bisa memberikan kesempatan siswa untuk melanjutkan kuliah.

“Koutanya, setiap kecamatan 50 orang,” pungkasnya. (Rivai Ikhfa)

Berita Terkait