Babar: Biaya Banten Expo 2018 Dibebankan Pada Peserta Pameran

Foto: Adityawarman

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Babar Suharso menegaskan, tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Banten Expo tahun 2018 di Alun-alun Barat, Kota Serang. Karena itu, biaya dibebankan kepada peserta pameran yang setiap tahun diselenggarakan.

“Biaya masing-masing dinas yang buka stand di pameran tersebut. Disperindag hanya menyediakan biaya untuk stand Disperindag, tidak ada pembiayaan untuk penyelenggaraan pameran Banten Expo. Ini sudah berlangsung setiap tahunnya seperti itu,” kata Babar Suharso, Kadisperindag Banten yang dihubungi MediaBanten.Com via WA, Minggu (25/11/2018).

Babar Suharso juga membenarkan, penyelenggara atau Event Organizer (EO) Banten Expo tahun 2018 ditunjuk ProDuta yang berjoin dengan ProDigi. Namun Babar Suharso tidak mau menjawab secara langsung soal adanya biaya yang dipungut yang isunya sekitar Rp17 juta hingga Rp19 juta. “Anggaran dinas provinsi, anggaran dinas kabupaten/kota, kementerian, perbankan, pastinya beda beda,” katanya.

Sebelumnya, Pejabat Walikota Serang, Ade Aryanto mengingatkan, kegiatan Banten Expo tahun 2018 di Alun-alun Kota Serang yang dibuka Gubernur Banten, Wahidin Halim, Rabu malam (21/112018) hanya untuk pameran. Alun-alun dilarang untuk melakukan berdagang, khususnya pedagang kakilima atau pasar malam yang menyatu dengan kegiatan pameran tersebut.

Baca: Pj Walikota Serang: Banten Expo 2018 Bukan Pasar Malam, Hanya Pameran

“Kota Serang tidak mengizinkan Alun-alun untuk berdagang. Ini izinnya untuk pameran. Sebab Kota Serang sendiri tengah menertibkan pedagang kakilima (PKL). Kan gak bagus, apalagi informasinya para pedagang berasal dari luar Kota Serang,” kata Ade Aryanto, Pejabat Walikota Serang yang ditemui MediaBanten.Com, seusai pembukaan Banten Expo.

Ade Aryanto meyakini jika pedagang kakilima yang berada di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri memrotes soal adanya pedagang di Alun-alun. Sebabnya, para pedagang kakilima itu semula berdagang di Alun-alun, kemudian ditertibkan Pemkot Serang dengan merelokasi mereka ke Stadion Maulana Yusuf Serang. “Pasti mereka protes,” katanya seraya menambahkan akan berkoordinasi kepada instansi terkait di Provinsi Banten.

Sementara itu, Edi, Ketua Paguyuban Pedagang Kakilima Stadion MY Ciceri mengatakan, pedagang setempat tidak diundang dan tidak dilibatkan. “Kami siap membayar uang sewa stand kalau harganya masuk hitungan secara bisnis. Ini kan mahal sekali,” kata Edi tanpa menyebutkan harga sewa stand di Banten Expo.

Sedangkan sejumlah pedagang yang menempati stand dalam ajang Banten Expo membenarkan untuk menempati stand tersebut mengeluarkan sejumlah uang yang besarnya bervariasi. Informasin yang diperoleh besarnya berkisar Rp17 juta-Rp19 juta. Namun informasi ini belum mendapatkan konfirmasi dari pelaksana Banten Expo 2018. (Adityawarman / IN Rosyadi)

Berita Terkait