Pj Walikota Serang: Banten Expo 2018 Bukan Pasar Malam, Hanya Pameran

Pejabat Walikota Serang, Ade Aryanto mengingatkan, kegiatan Banten Expo tahun 2018 di Alun-alun Kota Serang yang dibuka Gubernur Banten, Wahidin Halim, Rabu malam (21/112018) hanya untuk pameran. Alun-alun dilarang untuk melakukan berdagang, khususnya pedagang kakilima atau pasar malam yang menyatu dengan kegiatan pameran tersebut.

“Kota Serang tidak mengizinkan Alun-alun untuk berdagang. Ini izinnya untuk pameran. Sebab Kota Serang sendiri tengah menertibkan pedagang kakilima (PKL). Kan gak bagus, apalagi informasinya para pedagang berasal dari luar Kota Serang,” kata Ade Aryanto, Pejabat Walikota Serang yang ditemui MediaBanten.Com, seusai pembukaan Banten Expo.

Ade Aryanto meyakini jika pedagang kakilima yang berada di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri memrotes soal adanya pedagang di Alun-alun. Sebabnya, para pedagang kakilima itu semula berdagang di Alun-alun, kemudian ditertibkan Pemkot Serang dengan merelokasi mereka ke Stadion Maulana Yusuf Serang. “Pasti mereka protes,” katanya seraya menambahkan akan berkoordinasi kepada instansi terkait di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten, Babar Suharso mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkot Serang. “Pedagang Kakilima yang di luar pagar sudah kita koordinasikan dengan Pemkot. Tadinya kita mau buka stand hingga area luar, kan sudah ditegur, makanya harus masuk semua. Yang peserta ekspo di dalam, kalau yang diluar sudah dikoordinasikan dengan Pemkot,” ujar Babar yang ditemui wartawan di lokasi.

Baca: Kenaikan Hanya 8,03 %, Gubernur Banten Tandatatangani SK UMK Tahun 2019

Gubernur Banten, Wahidin Halim melihat pameran seusai membuka resmi Banten Expo 2018 di Alun-alun Kota Serang. Foto: Subag Peliputan dan Dokumentasi Biro ARTP Pemprov Banten

Stand yang ditempati pedagang di dalam pagar merupakan binaan dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten / kota. “Siapa yang masuk sini, kita kan menawarkan ke dinas kabupaten dan kota, mau diisi UMKM, UMKS atau IKM, ya itu terserah. Kita sih cuman menempatkan saja,” kata Babar.

Sementara itu, Edi, Ketua Paguyuban Pedagang Kakilima Stadion MY Ciceri mengatakan, pedagang setempat tidak diundang dan tidak dilibatkan. “Kami siap membayar uang sewa stand kalau harganya masuk hitungan secara bisnis. Ini kan mahal sekali,” kata Edi tanpa menyebutkan harga sewa stand di Banten Expo.

Sedangkan sejumlah pedagang yang menempati stand dalam ajang Banten Expo membenarkan untuk menempati stand tersebut mengeluarkan sejumlah uang yang besarnya bervariasi. Informasin yang diperoleh besarnya berkisar Rp17 juta-Rp19 juta. Namun informasi ini belum mendapatkan konfirmasi dari pelaksana Banten Expo 2018.

Sebelumnya, Gubernur Banten, Wahidin Halim membuka secara resmi Banten Expo 2018 di Alun-alun Barat Kota Serang. “Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohim, Banten Expo 2018 secara resmi saya buka,” kata Wahidin, Rabu malam (21/11/2018).

Di sela tinjauanya ke stand-stand pameran, Gubernur berharap agar Banten Ekspo ini juga bisa memberikan dampak positif, diantaranya memberikan semangat perniagaan kepada masyarakat khususnya pengembangan industri-industri kreatif. “Saya berharap bahwa Expo ini tidak sekedar pamer-pamer, tapi harus menghasilkan. Konotasi hasil disini memberikan semangat maraknya dunia perdagangan, dimana didalamnya adalah industri kreatif,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Babar Suharso dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan Banten Expo digelar selama lima hari hingga 25 November mendatang dengan berbagai macam pameran mulai dari pembangunan, perdagangan, dan pameran produk unggulan UMKM, Industri kreatif dan yang lainnya.

“Dalam penyelengaraan sebanyak 250 stand disiapkan dan diisi oleh OPD, perbankan, pemerintah, kabupaten kota,” kata Babar dalam sambutannya. (Adityawarman)

Berita Terkait