Lingkungan

Banjir Bandara Soetta Disoroti Komisi VII DPR RI, Ganggu Konektivitas Penerbangan

Komisi VII DPR RI menyoroti persoalan banjir yang melanda kawasan Bandara Soetta atau Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Senin (12/1) yang telah mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas penumpang dan konektivitas penerbangan.

“Beberapa hari yang lalu Bandara Soetta itu sempat kebanjiran. Saya waktu itu sedang di Semarang, seharusnya pesawat saya dari Semarang menuju Jakarta itu sampai jam tiga. Tetapi saya harus berangkat jam sembilan malam. Jadi kondisi seperti ini kita tidak mau berulang,” kata Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga di Tangerang, Kamis (15/1/2026).

Dalam kesempatan kunjungan kerja DPR RI terkait perhubungan dan pariwisata ke PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots), Lamhot mengatakan banjir pada beberapa titik menuju terminal Bandara Soetta bakal berdampak pada potensi penurunan jumlah wisatawan di Indonesia.

“Tentu kita tidak mau kondisi seperti ini berulang, karena ini sangat mempengaruhi terhadap wisata mancanegara (wisman) maupun wisatawan Nusantara (wisnus) kita,” katanya.

Pihaknya mendorong seluruh pihak terkait, khususnya pengelola utama bandara, agar segera melakukan evaluasi dan penanganan secara konkrit terhadap persoalan tersebut.

“Bandara Soetta ini terbesar, sehingga kemudian masalah-masalah teknis harus ditangani segera. Masalah banjir, kalau boleh ke depan, harapan kita ini harus tidak boleh terjadi, khususnya di Soetta,” ujarnya.

Menurut Lamhot, bila persoalan teknis, khususnya banjir, terjadi di bandara Soetta maka akan mempengaruhi terhadap layanan dan konektivitas penerbangan ke bandara lainnya di Indonesia.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) sebagai pengelola utama bandara di Tanah Air diminta segera secepatnya mengambil langkah solusi yang efektif, karena dikhawatirkan pemberitaan soal banjir menuju Soetta bisa menyebar luas ke pariwisata tingkat global.

“Itu akan mempengaruhi persepsi mereka untuk datang ke destinasi di Indonesia. Dan mereka akan berpikir untuk dua kali datang ke sini atau ke destinasi wisata Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, InJourney didorong untuk ikut mendukung promosi dan peningkatan pariwisata melalui penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan amenitas. “Sehingga menurut kami di Komisi VII, peran InJourney ini sangat-sangat sentral terhadap bagaimana kita meningkatkan kondisi ataupun ekosistem kepariwisataan kita,” katanya.

Sementara itu Direktur Teknik InJourney Airpots Kristianto Eko Wibowo menerangkan persoalan banjir yang terjadi pada Senin (12/1) lalu itu berada di luar kawasan terminal bandara.

“Pada Senin itu memang curah hujan sangat tinggi, jadi di mana-mana ada banjir. Namun untuk area dalam bandara itu tidak banjir, sementara untuk sisi udara ada beberapa penerbangan tertunda dan dialihkan karena cuaca ekstrem,” tuturnya.

Selama kondisi tersebut terjadi, jajarannya telah melakukan berbagai langkah dan upaya penanganan banjir tersebut. Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencarikan solusi.

“Banjirnya itu terjadi di jalan tol dan di seberang parimeter utara bandara. Namun kami sudah berkolaborasi dengan BBWS, pemda, dalam penanganan aliran air yang melintas di wilayah bandara,” ucapnya. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button