Banjir Hampir Merata Merendam Banten, Jakarta dan NTB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir hampir merata melanda beberapa wilayah di Provinsi Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta akibat hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama dalam sepekan terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa banjir terjadi di wilayah dengan karakteristik dataran rendah, permukiman padat penduduk, serta daerah aliran sungai yang meluap.
Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan, di Provinsi Banten banjir terjadi di Kabupaten Tangerang yang merendam 239 unit rumah warga di Desa Kosambi Kecamatan Kosambi, dan Desa Cikande Kecamatan Jayanti.
“Dalam peristiwa ini dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka ringan,” kata dia.
Sementara itu, banjir di Kota Tangerang menggenangi delapan kecamatan, yakni Benda, Cibodas, Jatiuwung, Priuk, Karang Tengah, Pinang, Larangan, dan Cipondoh.
“Kondisi terkini debit air kali atau sungai masih mengalami kenaikan,” kata dia, seraya menambahkan bahwa ada sebanyak 21 jiwa dilaporkan terpaksa mengungsi ke Pos Pemadam Kebakaran Benda Tanggerang sementara jumlah rumah terdampak masih dalam proses pendataan.
Abdul juga melaporkan data yang diterima BNPB menunjukkan banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melanda Kabupaten Sumbawa akibat hujan dengan intensitas tinggi. Sampai 19 Januari banjir tersebut berdampak di Kecamatan Plampang, Empang, Tarano, dan Buer dengan total 162 unit rumah warga rusak serta satu unit fasilitas pendidikan terdampak.
Sementara di Kabupaten Bima, NTB pada Kamis (22/1) banjir berdampak pada 54 unit rumah di Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora. Kemudian di Kabupaten Lombok Barat banjir merendam sedikitnya 67 unit rumah warga di Dusun Presak, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar.
Begitu pula untuk banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta dilaporkan kembali meluas dan pada Jumat (23/1) siang lokasi yang tergenang air mencapai 143 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan.
Hal tersebut didapatkan dari laporan BPBD Jakarta yang mengonfirmasi bahwa saat ini ketinggian air di beberapa wilayah di Jakarta Barat seperti di Kelurahan Kosambi dan Rawa Buaya mencapai lebih dari satu meter. Begitu juga di Jakarta Selatan terutama di Kelurahan Cipulir ketinggian mencapai 1,2 meter.
Untuk semua itu, Abdul memastikan bahwa tim petugas gabungan di masing-masing daerah masih bersiaga untuk mendampingi warga terdampak termasuk pendataan lanjutan terhadap kerusakan serta kebutuhan mendesak.
BNPB secara khusus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, khususnya bagi warga yang bermukim di bantaran sungai dan wilayah rawan genangan, serta terus memantau informasi cuaca dari instansi resmi pemerintah. (Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo – LKBN Antara)








