BNPB Kerahkan Helikopter Pengebom Air Untuk Pemadaman Kebakaran TPSA Jatiwaringin
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter pengebom air (water bombing) untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Rabu, menginstruksikan pengerahan taktis armada udara tersebut guna mempercepat pengendalian titik api di lokasi pembuangan sampah yang dilaporkan terus meluas.
“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan dilakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan darurat di lapangan,” kata dia.
Suharyanto memerintahkan jajarannya segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna melakukan penguatan pemadaman menyusul adanya kendala sulitnya menjangkau titik api yang berada di puncak tumpukan sampah tersebut.
Merespons arahan itu, satu unit helikopter jenis MI-8AMT berkapasitas 4.000 liter langsung direposisi dari Provinsi Jambi menuju wilayah Tangerang guna melakukan penyiraman air secara masif dari udara.
Upaya pemadaman dari udara ini dinilai penting mengingat hembusan angin kencang dan cuaca panas ekstrem di lokasi kejadian membuat material sampah kering menjadi sangat mudah terbakar dan cepat menjalar.
Selain penanganan udara, tim gabungan di darat secara paralel terus menyiagakan sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran guna menyekat laju perambatan api agar tidak meluas ke permukiman.
Kebakaran yang melanda sejak Selasa (30/6) siang dilaporkan telah berdampak pada aspek sosial, di mana sebanyak lima kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar akibat kepulan asap.
BNPB bersama dinas kesehatan setempat juga telah mendistribusikan masker serta menyiagakan posko layanan medis darurat guna mengantisipasi risiko gangguan pernapasan atau ISPA bagi warga terdampak.
Kendati lokasi kebakaran TPSA Jatiwaringin ini hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pihak otoritas memastikan operasional aktivitas penerbangan sejauh ini masih berjalan normal. (Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo – LKBN Antara)









