BNPB Salurkan Bantuan Logistik dan Peralatan Bencana Alam ke Pemkab Serang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Provinsi Banten, menerima bantuan logistik dan peralatan senilai Rp519.987.680 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan darurat bencana di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Serang, Najib Hamas di Serang, Rabu, mengatakan bantuan logistik dan peralatan tahap awal ini diserahkan langsung oleh tim BNPB yang selanjutnya akan melakukan asesmen lanjutan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Saya mewakili Bupati menerima bantuan tahap awal. Tim dari pusat bersama Kalaksa BPBD akan melakukan asesmen lanjutan dan bersinergi untuk mengekspos semua potensi kebencanaan yang sedang terjadi,” ujar Najib.
Adapun rincian bantuan yang diterima meliputi 200 paket sembako, 200 pouch makanan siap saji, 200 lembar selimut, 200 lembar matras, 10 unit tenda keluarga, dan 50 unit velbed.
Selain kebutuhan dasar pengungsi, BNPB juga menyalurkan peralatan evakuasi dan teknis berupa satu set perahu polietilena beserta mesin, satu set pompa alkon 6 HP, dua unit genset, serta lima unit gergaji mesin (chainsaw).
Najib menjelaskan bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak berdasarkan skala prioritas dan masukan dari tim di lapangan. Saat ini, fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan keselamatan dan kebutuhan pangan warga yang masih bertahan di pengungsian.
“Masyarakat masih ada yang mengungsi, seperti di Cibodas, Padarincang, Desa Renget di Kecamatan Binuang, dan tiga titik di bantaran Sungai Cidurian. Kita pastikan mereka sehat dan tidak kekurangan makanan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Pemkab Serang untuk bergerak cepat meringankan beban masyarakat. Setelah fase penyelamatan (rescue) dan tanggap darurat selesai, pihaknya akan segera bergeser ke tahap rehabilitasi pasca bencana.
“Prioritas saat ini adalah rescue. Setelah masalah penyelamatan selesai, tahapannya kita rehabilitasi, termasuk pembenahan fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)








