Nelayan Suralaya “Dipaksa” Terima Bantuan Beras Tak Layak Konsumsi

Para Nelayan di Suralaya, Kota Cilegon “dipaksa” tetap menerima bantuan beras Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon tahap pertsma. Jika bantua itu dikembalikan, maka bantuan tahap kedua dalam bentuk uang tunai Rp500.000 tidak akan diberikan ke nelayan Suralaya.

Nelayan akan mengembalikan beras itu karena bau apek, berwarna kuning, berkutu dan dinilai hanya layak buat makan ternak. Jumlah bantuan beras Pemkot Cilegon sebanyak 780 Kg yang dikemas dalam karung 10 Kg. Bantuan diberikan ke 78 keluarga nelayan.

Rebudin, Ketua Rukun Nelayan Suralaya, ketika ditemui sejumlah wartawan di Sekretariat Rukun Nelayan yang berlokasi di Suralaya, Selasa (19/5/2020) sore.

“Tadi ada yang datang ke sini. Mereka berempat, di antaranya orang dari Dinas Pertanian Kota Cilegin dan juga ada yang mengaku orang dari Bulog Serang,”ujarnya.

Rebudin, Ketua RT Nelayan Suralaya menunjukan tumpukan beras dalam karung 10Kg yang rencamanya dikembalikan ke Pemkot Cilegon karena berasnya tidak layak konsumsi. (Foto: Yusvin Karuyan/MediaBanten.Com)

Bau Apek

Sebelumnya, warga nelayan Suralaya, Kecamatan Pulomerak mendapatkan bantuan beras dari Pemkot Cilegon. Namun beras bantuan tersebut dikeluhkan warga nelayan, karena beras bantuan itu bau apek (Baca: Beras Bantuan Untuk Nelayan Bau Apek dan Diberikan Untuk Pakan Ayam)

Rebudin mengatakan, kondisi beras bantuan yang bau apek dan berkutu, serta tidak bisa untuk dikonsumsi. Namun sia diminta tetap menerima beras apa adanya.

“Terima saja berasnya apa adanya. Seterusnya untuk diapakan berasnya terserah,” ujar Rebudin menirukan perkataan orang dari Dinas Pertanian.

Rebudin mengaku tidak bisa lantas menyetujui atau menolak permintaan orang pemerintag itu. Bahkan orang dari dinas itu mengatakan, jika bantuan beras tidak diterima, maka bantuan tahap kedua berupa uang tunai sebesar Rp.500.000, tidak akan bisa diberikan.

“Data penerima bantuan beras sebanyak 78 nelayan sudah ada. Ya sudah terima saja. Nanti untuk tahap berikutnya berupa uang tunai Rp 500.000, data penerima yang sudah ada ini akan diajukan lagi,” kata Rebudin menirukan omongan dari Dinas Pertanian.

Rebudin mengatakan, dia dan anggota Rukun Nelayan sebenarnya tidak mau dituding memperkeruh suasana soal batuan nelayanm. Semua nelayan Suralaya penerima bantuan berharap, beras bantuan yang bau apek, cukup diganti saja dengan beras yang baik dan bisa dikonsumsi.

“Dari hari pertama kami mendapat bantuan, keinginan kami hanya ingin diganti dengan beras yang bisa dikonsumsi. Sayangnya, mereka datang bukan untuk mengganti beras sebagaimana yang kami inginkan, melainkan disuruh agar kami mau menerima saja,” kata Rebudin.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon, Mas Andang Eka Pria dalam konferensi pers di kantornya, mengaku siap bertanggung jawab atas beras yang diprotes nelayan.

“Terkait keluhan Rukun Nelayan Suralaya mengenai beras bantuan pemerintah yang mereka terima bau apek dan tidak bisa dikonsumsi, kami siap menggantikan dengan yang baru,” ujarnya. (yusvin)

Yusvin Karuyan

Berita Terkait