Marinir Menangis Saat Evakuasi Korban Gempa Tsunami Palu dan Donggala

Foto: Dispen Kormar

Ratusan Marinir bergerak cepat membagi tugas menyesuaikan kondisi dan kebutuhan lapangan setelah tiba di daerah yang terdampak gempa dan tsunami terparah di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Melihat kondisi terdampak, para marinis ikut menangis saat melakukan evakuasi para korban.

Sebagian Marinir langsung mendirikan tenda rumah sakit lapangan dan menyiapkan peralatan dan tenaga medis untuk menangani korban luka akibat gempa dan tsunami. Sebagian lagi langsung bergabung dengan rekan-rekan TNI dan unsur terkait lainnya untuk tugas pencarian dan evakuasi korban.

Di hari pertama pencarian, Minggu (30/9/2018), puluhan korban tsunami dan korban yang tertimpa reruntuhan berhasil diangkat dan dievakuasi para Marinir dan unsur terkait lainnya. Di kawasan pantai, para Marinir pun berhasil memgevakuasi sejumlah mayat petani garam. Demikian pula di tempat terpisah prajurit Marinir dipimpin Serka Mar R.Sudaryanto melaksanakan evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan di Universitas Tadulako.

Baca: PRC PB Marinir Dikirim Ke Palu dan Donggala Percepat Penanganan Korban Gempa

Dari proses evakuasi korban, para Marinir mengaku sangat berduka, prihatin dan trenyuh melihat kondisi korban. “ Saya sempat menangis ketika mengevakuasi korban anak kecil usia sekitar 4-5 tahun. Saya dan rekan-rekan sempat tidak bisa berkata-kata. Dalam hati kami cuma bisa menangis” kata seorang Marinir yang tetap memimpin rekan-rekannya, tidak kenal menyerah mencari dan mengevakuasi korban.

Hari ini, Senin (1/10/2018), tim evakuasi Marinir tetap menjalankan tugasnya, bergabung dengan komponen bangsa lainnya, mencari korban di balik reruntuhan bangunan yang tersebar di Donggala dan Palu. Sedangkan tim medis Marinir pun melaksanakan tugasnya merawat dan menangani korban luka. (Dispen Kormar)

Berita Terkait