Tenda Bantuan Kapolri Didistribusikan Ke Lokasi Pengungsian Korban Tsunami di Banten

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Tito Karnavian membantu 100 unit tenda bantuan untuk korban tsunami Selat Sunda di Banten. Bantuan itu diberiikan melalui Kompol Khaeroni, Karo Log Polda Jabar kepada Kompol Anshori, Karo Log Polda Banten di Posko Bencana Polda Banten, Hotel Wira Carita, Kabupaten Pandeglang.

Siaran Pers Humas Polda Banten yang diterima MediaBanten.Com, Minggu (30/12/2018) menyebutkan, tenda bantuan Kapolri itu didistribusikan ke sejumlah kecamatan yang terdampak tsunami Selat Sunda untuk lokasi pengungsian. Secara teknis, pengiriman tenda itu dikoordinasikan Kapolsek-kapolsek.

Kabid Humas Polda Banten, AKBP Edy Sumardi P mengatakan, bantuan tenda ini sangat dibutuhkan warga dalam kondisi paska tsunami. “Mengingat tidak semua lokasi pengungsian memadai dari segi infrastruktur, sebagai alternatif yang memungkinkan adalah mendirikan tenda,” katanya.

Baca: Perkumpulan Tokoh Banten Galang Dana Untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Sementara itu, Satgas Brimob Nusantara yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa 2 Tsunami Selat Sunda membuka posko dapur lapangan untuk para pengungsi korban tsunami Selat Sunda yang menerjang beberapa wilayah Banten, Minggu (30/12/2018).

“Mobil dapur lapangan ini kami siapkan di Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, dan Kecamatan Sumur untuk korban bencana tsunami dan dikelola oleh Satuan Brimob polda banten,” kata Dansat Brimob Kombes Pol Reeza Herasbudi.

Kombes Pol Reeza Herasbudi menjelaskan bahwa dapur lapangan ini menyediakan makanan jadi untuk masyarakat pengungsi dan silahkan masyarakat datang untuk mengambil di lokasi masing-masing. “Makanan yang kami sajikan tersebut gratis untuk membantu masyarakat dan sebagai wujud pelayanan polri dalam tugas pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Reeza mengatakan, Satgas Brimob Nusantara menerima masukan untuk pesanan makanan yang diinginkan sebagau wujud pelayanan prima untuk masyarakat. “Silahkan datang jangan ragu-ragu untuk mengambil dan sambil kita ngobrol minum kopi mendengarkan keluhan serta kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian,” tambahnya. (Siaran Pers Humas Polda Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait