Polres Pandeglang Tahan 3 Pencuri Baterai Tower Komunikasi

Tiga tersangka spesialis pembobolan baterai menara (tower) seluler atau BTS Indosat dan XL diringkus petugas Satuan Reskrim Polres Pandeglang.

Selain pelaku pembobolan, tim reskrim juga mengamankan seorang orang tersangka penadah barang hasil kejahatan.

Tersangka pembobol yaitu Masruri, 32, warga Desa Suka Nagara, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Tarmidi, 40, dan Abdul Hadi, warga Desa Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, sedangkan Parikin, 50, Desa Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat ditangkap karena menadah barang hasil curian.

“Dalam pemeriksaan, tersangka Masruri mengaku melakukan pencurian batre BTS di Kecamatan Bojong dan Pulosari. Tapi masih kita kembangkan karena kami berkeyakinan lebih dari itu,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pandeglang AKP Ambarita saat dikonfirmasi, Kamis (21/11/2019).

Tim Opsnal

Dikatakan Ambarita, pengungkapan kasus pencurian batre BTS ini hasil dari penyelidikan Tim Opsnal yang dipimpin Ipda Dedi Rahmadi setelah mendapat laporan dari pihak perusahaan pada Sabtu (5/10/2019).

Setelah sebulan berjalan, Tim Opsnal berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap para pelaku bersama para penadahnya.

“Yang pertama kami amankan yaitu Masruri sebagai pelaku utama pencurian di rumahnya pada Rabu (20/11/2019) subuh. Dari “nyanyian” tersangka Masruri selanjutnya ditangkap dua pelaku lainnya di wilayah Tangerang dua jam setelah penangkapan pertama. Dari ketiga pelaku ini, terungkap barang hasil curian dijual kepada tersangka Parikin,” terangnya.

Dijelaskan Ambarita, modus operandi pencurian kawanan spesialis batre BTS ini dengan cara merusak kawat berduri di belakang area pagar tower.

Merusak Pintu

Setelah itu, masuk ke dalam area tower dan merusak pintu shalter dengan menggunakan obeng, lalu mengambil mesin baterai tower dan diangkut menggunakan kendaraan Daihatsu Xenia B E2654 KFO.

“Kawanan ini mengangkit barang hasil curian dengan menggunakan kendaraan dan selanjutnya membawanya ke rumah penadah untuk dijual. Selain mobil, barang bukti lainnya yang diamankan diantaranya 3 buah tang, mesin gurinda berikut 2 mata gerinda, 1 linggis, 3 kunci pas serta 4 handphone,” jelasnya.

Akibat dari perbuatannya ini, tiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, sedangkan tersangka penadah terkena ancaman hukuman 4 tahun penjara sesuai Pasal 480 KUHP. (yono)

Next Post

Bakamla Tangkap Kapal Noah Betransaksi BBM di Laut

Kam Nov 21 , 2019
Kapal Noah 99 yang membawa BBM sebanyak 35 kiloliter ditangkap Bakamla menggunakan KN Belut di perairan Selat Sunda, Senin (19/11/2019), pukul 23.00 wib. Kapal yang di duga membawa BBM ilegal itu digiring ke Dermaga Golden Key, Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, untuk diperiksa lebih lanjut. Saat ditangkap malam hari, KN Noah […]