Paska Pengrusakan Mapolsek Bayah, Digelar Bakti Sosial dan Gotong Royong

Foto: Sofi Mahalali

Polsek Bayah menggelar apel dan bakti sosial di Mapolsek Bayah, Kabupaten Lebak, Selasa (15/5/2018) setelah peristiwa pengrusakan markas kepolisian tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Poksek Bayah dibantu oleh Anggota Koramil Bayah, Brimob Kompi Panggarangan, Sabhara Polsek Lebak, Staf Kecamatan Bayah, para Nelayan HNB dan Kolaqi Bayah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta tokoh pemuda setempat.

AKP Sadimun, Kapolsek Bayah mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah perwujudan yang baik antara TNI-Polri dengan masyarakat, pemulihan kemanan wilayah bersama masyarakat Bayah dan pemulihan pelayanan masyarakat di Polsek Bayah.

“Kantor polsek adalah simbol negara, dibangun dengan menggunakan uang rakyat. Sudah semestinya masyarakat merasa memiliki dan merawat bersama-sama dan  ini sebagai bukti bahwa di antara kami tidak ada masalah. Makanya kami bekerja sama, bergotong royong untuk merawatnya,” katanya.

Siaran pers Polsek Bayah satu hari paska pengrusakkan Mapolsek Bayah, Minggu (13/5/2018), pelayanan Kepolisian Sektor Bayah kembali normal. Baik pelayanan SKCK, izin keramaian, laporan polisi, laporan aduan masyarakat, laporan kehilangan surat berharga atau penting lainnya. Selain itu hari paska pengrusakkan anggota polsek bayah bersama TNI – POLRI dan masyarakat sekitar melaksanakan bergotong royong membersihkan puing-puing yang berserakan paska pengrusakkan.

“Pelaksanaan renovasi Mapolsek Bayah paska kerusuhan kemarin, yakni kaca mako depan dan samping kiri kanan sudah terpasang kembali, genteng yang pecah sudah diganti dan pelayanan masyarakat mulai  normal kembali,” ujar AKP Sadimun, Kapolsek Bayah.

Baca: Polres Serang Musnahkan Ribuah Botol Miras dan Oplosan

Sebelumnya, pengerusakan Mapolsek Bayah diawali dengan satu oknum LSM asal Cihara, satu orang LSM pandeglang, dan 4 LSM asal Wanasalam mengaku-ngaku sebagai anggota intel dari Polsek Bayah, kemudian menangkap nelayan Bubun dan H Anwar selaku juragan benur di pangkalan nelayan, Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Usai melakukan penangkapan, pelaku menabrak dua orang nelayan yang saat itu mencoba menghalang-halangi mobil pelaku yang hendak mengamankan dua nelayan yang akan bertransaksi pembayaran benur tersebut. Namun samapai di Kebun Sawit di daerah Panggarangan, kedua nelayan tersebut dilepaskan usai menyerahkan uang sebanyak Rp25 juta, Hp dan identitasnya dirampas pelaku.

Kejadian tersebut memicu ratusan nelayan Bayah, Binuangeun dan Cisolok menyerang dan merusak Mapolsek Bayah, Kabupaten Lebak, Sabtu, (12/05/2018), sekitar pukul 10.00 WIB. Selain seluruh bagian kantor Polsek mengalami rusak berat, satu unit kendaraan patroli, empat unit motor dinas dibakar. Tidak hanya itu, satu unit mobil pelayanan dan sembilan motor rusak berat. Dampak dari pengerusakan tersebut sejumlah nelayan pun dibekuk pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.

Dua hari paska terjadinya kejadian tersebut, Senin (14/5/2018), Sat Reskrim Lebak mengamankan satu orang berinisal HL pelaku penculikan H. Anwar dan Bubun yang berakibat dirusaknya Mapolsek Bayah itu. Dalam penangkapat tersebut, aparat kepolisian mengamankan barang bukti 1 mobil Daihatsu Xenia hitam dengan nomer polisi B 1539 PKL, dan HP merk Polytron model PL 4M6 milik Bubun.

Polisi kini memburu tersangka lainnya yang melarikan diri antaranya TA pekerjaan wiraswasta atau anggota LSM asal Wanasalam, SN alias JU Pekerjaan wiraswasta atau anggota LSM asal Wanasalamn, dan A pekerjaan wiraswasta atau nggota LSM asal Wanasalam. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait