Ekonomi

Paguyuban Pasundan Yakin Banten Mampu Berdaulat Pangan

Ketua Paguyuban Pasundan Provinsi Banten, Nana Supiana berkeyakinan, Banten mampu berdaulat pangan pada tahun 2023.

Keyakinan Banten mampu berdaulat pangan itu berlandaskan fakta bahwa Banten telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2017 tentang penyenggaraan pangan. Perda itu mengatur penerapan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

“Perda ini juga yang semestinya menjadi landasan hukum yang kuat agar Banten fokus dan ke luar dari masalah stunting,” kata Nana Supiana, Ketua Paguyuban Pasundan Banten, Jumat (25/11/2022).

Menurut Nana yang menyandang gelar Doktor dibidang Keunggulan SDM, pada sisi permasalahan ketersediaan pangan daerah, persoalan pangan di Banten telah terpetakan dengan baik.

Peta itu yakni bagaimana mengoptimalisasi lahan pertanian yang ada sekaligus melindunginya agar tidak terjadi alih fungsi lahan, singkronisasi dan koordinasi antar lembaga pemerintah dan stakeholder dan BUMD.

Ini terutama BUMD di Banten yang bergerak di bidang bisnis agro agar fokus untuk menghidupkan kembali ekosistem ketahanan pangan, mengenalkan teknologi unggulan untuk pertanian dan mengintegrasikan semua kebutuhan data yang berkaitan dengan peningkatan ketersediaan pangan secara sistematis.

Sejak 2019 lalu, lahan produksi pertanian di Banten berkurang secara drastis karena seluruh pemerintah kabupaten / kota mengusulkan pengurangan lahan pertanian, salah satu yang menonjol adalah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Di Tangsel, lahan pertaniannya nyaris tidak ada sama sekali. Belum lagi usulan pengurangan lahan pertanian di daerah lumbung-lumbung padi, seperti di Curug Kota Serang, Lebak dan Pandeglang.

Menurut Nana, Paguyuban Pasundan di wilayah Banten telah lama fokus untuk melakukan upaya-upaya ketahanan pangan dan berharap tahun depan Banten bisa mewujudkan kedaulatan pangan.

Pasalnya, pada tahun 2023 adalah tahun sibuk politik yang tidak boleh menjadi pusat segala aktifitas dan perhatian seluruh masyarakat sehingga melupakan perhatian dan masalah lainnya, seperti urusan pangan.

Nana pun berharap apa yang dilakukannya bersama Paguyuban Pasundan dapat menarik minat masyarakat lainnya, terutama anak-anak muda untuk masuk dalam dunia usaha pangan dari hulu ke hilir.

Dalam waktu dekat, organisasi yang dipimpinnya akan memaksimalkan pemberdayaan dibidang pangan terutama 2 juta anggota Paguyuban Pasundan di Banten yang anggotanya menyebar di delapan kabupaten / kota.

“Mudah-mudahan hal ini menjadi kontribusi nyata untuk Banten ke depan,” kata Nana Supiana, Ketua Paguyubun Pasundan Wilayah Banten. (* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button