Bupati Serang: Semua Harus Bersinergi Turunkan Kematian Ibu dan Bayi

Foto: Yan Cikal
Foto: Yan Cikal

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menekan agar semua pihak berkoordinasi dan bersinergi untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Karena angka kematian itu dipengaruhi banyak faktor antara lain pelayanan kesehatan, perilaku lingkungan, geografis, sosial, budaya dan ekonomi.

Penegasan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah itu dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Percepatan Penurunan Angka Kelahiran Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Pendopo Kabupaten Serang, Selasa (17/10/2017).

Bupati Serang mengemukakan, melihat   dari jumlah kematian ibu tahun 2016 terdapat  59 orang dan kematian bayi tahun 2016 sebanyak 190 jiwa, serta jumlah lahir mati sebanyak 161 jiwa. Data menunjukkan bahwa butuh kerjasama semua pihak untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi di Kabupaten Serang. Pada tahun 2017 tercatat 39 kasus kematian ibu dan 192 kematian bayi. ini merupakan keprihatinan kita bersama.

“Kita semua harus bersinergi dan berkoordinasi dengan baik untuk mengurangi kematian AKI dan AKB.Karena kematian ibu dan bayi dipengaruhi banyak faktor seperti faktor pelayanan kesehatan, perilaku dan lingkungan serta faktor geografi, sosial budaya dan ekonomi,” katanya.

Ia mengaku, bahwa Pemda Kabupaten Serang telah melakukan upaya penurunan jumlah kematian ibu dan bayi di kabupaten serang, mulai dari   program dan kegiatan yang dilakukan. Peningkatan akses kualitas pelayanan, perbaikan manajemen, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan maupun pemenuhan SDM kesehatan, dan upaya peningkatan peran serta masyarakat.

“Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten, sehingga dapat mencegah terjadinya keterlambatan dalam penanganan kegawatdaruratan dan mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi,” imbuhnya.

Tatu berharap, rapat koordinasi tersebut dapat meningkatkan komitmen dan  peran aktif sesuai tupoksi masing-masing, sehingga meningkatkan upaya penyelamatan ibu dan bayi, yang pada akhirnya menurunkan jumlah kematian ibu maupun bayi di kabupaten serang.

Sri Nurhayati, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang mengatakan, terjadinya AKI dan AKB  Penyebab kematian karena pendarahan dan  paling sering terjadi karena ibu hamil yang terkena anemia sehingga dibutuhkan kerjasama oleh semua pihak termasuk masyarakat dan keluarga. (Tim / Foto: Yan Cikal)

Berita Terkait