Pemerintahan

Camat Sindang Jaya Benarkan Sosialisasikan Bacabup Tangerang Rudy Maesyal

Galih Prakosa, Camat Sindang Jaya membenarkan telah menyosialisasikan sejumlah Bakal Calon Bupati (Bacabup) Tangerang, termasuk Rudy Maesyal, Sekda Kabupaten Tangerang yang akan maju pada Pilkada dalam kegiatan pengajian sbuah majelis taklim di Kampung Etek, Desa Sindang Asih.

“Karena ada yang bertanya di majelis taklim itu, saya menceritakan soal tahapan dan masing-masing biografi bakal calon bupati yang lagi ramai dibicarakan seperti Zulkarnaen, Mad Romi dan Maesyal,” kata Galih Prakosa, Camat Sindang Jaya saat dikonfirmasi MediaBanten.Com, belum lama ini.

Menanggapi rekaman audio dan video yang beredar, Galih Prakorsa mengatakan bahwa rekaman itu hanya penggelan yang berisi saat dia bercerita soal biografi Rudy Maesyal, Sekda Kabupaten Tangerang yang juga merupakan pimpinan Galih Prakosa.

“Hanya mungkin penggalan itu hanya saat saya menceritakan Pak Sekda, sebenarnya saya menceritakannya lengkap,” katanya.

Dalam beberapa dokumen elektronik yang diperoleh MediaBanten.Com, nampak Galih tengah hadir dalam kegiatan pengajian di majelis taklim tersebut mengenakan baju lengan pendek berwarna gelap dan berbeci hitam dengan sedikit corak pada bagian peci di tengah pengajian tengah memegang mic di tengah Jama’ah pengajian.

Galih sempat sadar bahwa aksinya berkampanye memuji Rudy Maesyal yang telah berkarir sebagai birokrat selama puluhan tahun itu, akan tersebar luas.

“Dibilang kampanye, yaah sedikit kampanye Pak. Iya tapi kan saya mengkampanyekan tiga bakal calon karena ditanya,” ujar Galih.

Dia juga memengemukakan alasannya mengkampanyekan Maesyal Rasyid, “Karena belum ditetapkan (Cabup) Pak Maesyal, jadi saya punya kesempatan untuk mengkampanyekan,” katanya.

Masih dalam dokumen tersebut, Galih terus memuji Rudy Maesyal yang diklaimnya berhasil mengeksekusi program unggulan Ahmed Zaki Iskandar dan Mad Romli, Bupati dan Wakilnya periode 2018-2023.

Tak hanya itu, Galih juga mengkritisi kebijakan sentralisasi pembuatan administrasi kependudukan khususnya pencetakan E-KTP yang saat ini diberlakukan.

Kata Galih, warga mengeluh dengan kebijakan tersebut yang mengharuskan warga datang langsung ke Kantor Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Tigaraksa, Puspemkab Tangerang.

Dia mengaku, telah berdiskusi dengan Rudy Maesyal untuk mencari solusi dalam menangani keluhan warga soal tata laksana pembuatan Admindukcapil yang kini telah menjadi kebutuhan warga.

Di sisi lain, dia menjamin kebijakan pembuatan KTP akan terdistribusi dilaksanakan pada tiap kecamatan jika Rudy Maesyal menang dan berhasil meraih tampuk kekuasaan Bupati Tangerang. Galih juga sempat menyinggung isu politik yang tengah digaungkan bakal calon lawan Rudy Maesyal yang entah siapa dan pihak mana yang dia maksud.

“Nah kalau bicara sekarang, mohon maaf. Sedang digaungkan terkait dengan isu putra daerah. Naah bicara putra daerah, beliau lahirnya saja di RSAD Kota Tangerang Pak. Karena beliau Maesyal Rasyid, dibilang anak kolong, anak kolong. Bapaknya Rudy Maesyal itu, Danramil. Pernah jadi Danramil Mauk, Curug,” kata Galih sembari menjelaskan pemekaran wilayah Kota Tangerang dari Induknya.

Dikonfirmasi, Galih membenarkan kehadirannya pada pengajian tersebut. Namun awalnya Galih berkali- kali membantah bahwa dia telah mengkampanyekan Rudy Maesyal. “Hoax kang,” Jawabnya melalui pesan singkat di aplikasi perpesanan.

Katanya saat pengajian tersebut, dia hanya menyerap aspirasi warga seperti pembangunan jalan dan saluran air. Kemudian, aspirasi masyarakat soal pengembangan dunia Pondok Pesantren (Ponpes), serta menerangkan semangat otonomi daerah yang memudahkan pelayanan masyarakat khususnya soal pengurusan Adminduk di setiap Kecamatan.

Bukan tersentralisir di Kantor Dukcapil, Puspemkab Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, seperti sekarang ini.

“Iya semangat otonomi daerah harus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga ke depan ada pelimpahan kewenangan kepada kecamatan untuk pencetakan e-ktp bisa di kecamatan,” terangnya.

Namun sekira pukul 13.00 WIB, Galih kembali menghubungi Mediabanten.Com melalui sambungan telepon via aplikasi perpesanan untuk meralat pernyataannya saat pagi tadi.

Kali ini, Galih mengakui bahwa dia telah mengkampanyekan Rudy Maesyal sebagai Bacabup Tangerang sebagaimana penyampaiannya dalam dokumen elektronik tersebut.

Galih mengaku bahwa telah mensosialisasikan hampir seluruh sosok Bacabup Tangerang khususnya yang terpampang pada baliho maupun alat peraga kampanye lainnya yang telah menebar nyaris di setiap sudut peloksok gang maupun jalan strategis khususnya di wilayah Kecamatan Sindang Jaya.

Dia mengklaim bahwa dalam dokumen elektronik yang memuat pernyataannya dalam acara pengajian tersebut.

Menurutnya saat ini telah beredar dan tidak memuat secara utuh pernyataannya. Dia mencontohkan, bahwa telah mensosialisasikan sosok Mad Romli yang juga mantan bosnya Galih- Wakil Bupati Tangerang 2018-2023 lalu yang merupakan politisi dan pernah menjabat Ketua DPRD.

Kemudian Zulkarnain, Bacabup Tangerang yang berasal dari Pengusaha dan saat ini menjabat Ketua Kamar Dagang Industri atau Kadin daerah setempat.

Kenyataan sebaliknya ditemukan, dalam rekaman tersebut pernyataan Galih justru meminta warga agar rasional memilih dan untuk mendukung Rudy Maesyal dalam Pilbup Tangerang, bahkan hingga mengenalkan sejak Maesyal lahir.

“Hanya saja mungkin, ini mungkin yang diedarkan (dokumen elektronik) hanya penggalan pada saat saya menyampaikan biografi Pak Sekda (Rudy Maesyal). Sebetulnya lengkap itu, tiga-tiganya saya sampaikan (Rudy Maesyal, Mad Romli dan Zulkarnaen),” ungkapnya. (Iqbal Kurnia)

Editor Iman NR

Iqbal Kurnia

Back to top button