Pasien RSUD Banten dan Malingping Berhamburan Saat Gempa

Pasien rsud malimgpimg panik

Pasien di RSUD Banten lari berhamburan keluar ruangan, menyelamatkan diri dibantu pihak security di rumah sakit milik Pemprov Banten. Beruntung tidak terjadi korban luka maupun jiwa.

“Tadi kita bantu keluar, yang dari IGD juga ada. Sebentar doang, sudah masuk lagi,” kata Nurul, securitiy RSUD Banten yang napasnya masih terlihat tersengal-sengal, saat ditemui di RSUD Banten, Jumat (02/08/2019).

Sedangkan Yati bersama suaminya, harus membawa anaknya yang sedang di infus keluar Intalasi Gawat darurat (IGD) RSUD Banten, lantaran kaget dengan kencangnya goncangan gempa.

“Pas mau disuntikin obat di infusnya, kaget, saya sama suami langsung keluar,” kata Yati, yang ditemui di depan IGD RSUD Banten.

Anaknya yang terlihat lemas, duduk dalam pelukan sang ayah di depan IGD RSUD Banten. Nafas kedua orang tua itu masih tersengal-sengal. “Saya keluar lohat pohon sama bangunan, biar aman aja,” ujarnya.

RSUD Malingping

Pasien RSUD Malingping berhamburan ke luar gedung setelah merasakaan gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR), di daerah Sumur, Kabupaten Pandeglang. Akibatnya perawat dan dokter kehilangan pasien di ruang rawat lantaran belum kembali. Kamis (2/8/2019).

Saat kejadian gempa petugas kemanan RSUD Malingping masih standy mengabarkan agar para pasien dan keluarga diminta untuk tetap tenang dan tetap waspada.

Bahkan setelah getaran gempa tidak lagi dirasakan, persoalan lain muncul. Yakni para pasien belum kunjung kembali. Sehingga para perawat mrlakukan pendataan dengan berkeliling ruangan. Selain itu, dilakukan pula pemanggilan nama pasien yang belum kembali dengan menyebutkan nama satu persatu melalui pengeras suara

Diketahui pada saat kejadian gempa, tidak semua pasien dapat keluar. Diantara pasien yang belum keluar gedung diantaranya pasien yang mengalami sakit dengan kondisi parah. (Sofi Mahalali / Yandhi Destama)

Berita Terkait