Lebih Separuh dari 560 Napi Lapas II A Palu Kabur Saat Gempa

Sebagian besar warga binaan atau narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, meninggalkan tempat tahanan setelah tembok penjara roboh akibat gempa bumi, Jumat (28/9/2018). Lapas tidak dapat mencegah perginya warga binaan di tengah kondisi yang kacau.

Kepala Lapas Palu, Adhi Yan Ricoh mengatakan jumlah warga binaan sebanyak 560 orang. Lebih separuh dari mereka pergi setelah tembok-tembok roboh. Lapas tidak bisa mencegah mereka pergi karena kondisi gelap setelah padam lampu dan jumlah petugas sangat sedikit. “Apalagi para petugas juga panik dan berusaha menyelamatkan diri sendiri,” ujar Adhi Yan Ricoh seperti dilansir antaranews.com, Sabtu (29/9/2018).

Mengenai upaya pencarian, Adhi mengatakan belum berpikir ke arah itu. Saat ini, semua petugas, termasuk polisi masih sibuk mengurus para korban gempa. “Jangankan mencari napi yang lari, kondisi yang kami alami ini saja belum sempat dilaporkan ke pusat, karena tidak ada listrik dan tidak ada jaringan telekomunikasi,” ujarnya.

Baca: Duka Mendalam Gempa Donggala 5,9 SR dan Palu 7,4 SR

Sebelumnya, gempa terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi dengan kekuatan gempa pertama 5,9 skala richter (SR) dan gempa kedua 7,4 SR di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyebutkan, hingga Sabtu (29/9/2018) diperoleh angka sementara 48 meninggal dan hampir 400 orang luka parah. Angka ini diperoleh dari rumah sakit yang bisa diakses melalui jaringan komunikasi. “Korban di pelosok daerah hingga sekarang tidak bisa diketahui akibat akses komunikasi mati total,” kata Sutopo dalam jumpa pers di Kantor BNPB di Jakarta, Sabtu pagi (29/9/2917).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan telah terjadi dua kali gempa yang berbeda di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 28 September 2018. Gempa Donggala dan Palu tersebut menimbulkan puluhan gempa susulan.

“Gempa pertama terjadi pukul 13.59 WIB dengan kekuatan 5,9 skala Richter,” ujar Dwikorita. Gempa itu tidak berpotensi tsunami. Adapun menurut laman resmi BMKG, gempa terjadi di titik -0.35 Lintang Selatan dan 119.82 Bujur Timur dengan jarak 8 kilometer dari barat laut Donggala. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. (IN Rosyadi)

Berita Terkait