Pembebasan Tanah Waduk Karian Tersendat, BPN Lebak Minta Masyarakat Ikhlas

Foto: Istimewa

Pembebasan tanah untuk Waduk Karian di Kabupaten Lebak tersendat-sendat, baru mencapai 40 persen dari lahan tapak waduk seluas 2.170 hektar, belum termasuk kebutuhan lahan di luar tersebut. Padahal pembebasan tanah untuk waduk ini ditargetkan 100 persen pada tahun 2019.

Karena itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lebak meminta masyarakat mengikhlasan pelepasan tanahnya untuk Waduk Karian yang akan berfungsi sebagai pemasok air bersih dan penyedia listrik tenaga air.

“Kami minta masyarakat untuk merelakan pembebasan tanahnya untuk kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan nasional,” kata Ady Muchtadi, Kepala BPN Lebak seperti yang disiarkan antaranews.com yang dikutip MediaBanten.Com, Selasa (28/8/2018).

Ady mengemukakan, Kantor BPN Lebak telah menggelar sejumlah pertemuan untuk menyosialisasikan kepentingan nasional dalam Waduk Karian. Pertemuan dan sosialisasi ini dilakukan karena pembebasan tanah tidak berjalan seperti yang dijadwalkan, sehingga mengalami keterlambatan pembangunan bagian-bagian penting dalam Waduk Karian.

Menurut Kepala BPN Lebak, jika tanah masyarakat masih sulit dibebaskan untuk kepentingan Waduk Karian, maka pihak akan menempuh jalur ke Pengadilan. BPN akan menitipkan uang ke pengadilan untuk uang pembelian tanah dan proses pembebasannya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Jalur ini bisa ditempuh karena pembangunan Waduk Karian untuk kepentingan umum, bukan privat atau milik perseorangan.

Baca: Wagub: Realisasi Investasi Banten Rp29,9 Triliun, Ke-3 Setelah Jabar dan DKI

Waduk Karian rencananya akan mengairi sawah lebih 20.000 hektar dan menghasilkan listrik sebanyak 1,8 MW melalui Pembangkit Listrik Minihidro yang akan dipasang di waduk tersebut. Pembangunan waduk itu mencakup 12 desa dalam empat kecamatan di Kabupaten Lebak.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Waduk Karian, waduk terbesar ketiga di Indonesia. Pembangunan sudah 47,14 persen. “Setelah melihat lapangan, kemudian pekerjaan bisa dipercepat, nanti pertengahan 2019 Insya Allah bisa selesai,” kata Jokowi di pinggir Waduk Karian, Desa Pasir Tanjung, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (4/10/2017).

Awalnya, pembangunan direncanakan selesai pada 2020. Namun ternyata berdasar tinjauan teknis, pembangunan bisa dipercepat setahun, yakni rampung pada Juni atau Juli 2019. Bila sudah selesai, Waduk ini bisa memberi manfaat sampai DKI Jakarta.

Waduk Karian dimulai pada tahun 2015. Waduk yang pekerjaan konstruksinya dikerjakan oleh Kerja Sama Operasi (KSO) PT Daelim Industrial, PT Wijaya Karya dan PT Waskita Karya itu bakal memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi masyarakat Banten, tapi juga warga ibu kota DKI Jakarta.Sebesar 9,1 meter kubik/detik air akan mengalir ke rumah tangga, kota dan industri dari mulai Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tengerang Selatan dan Provinsi DKI Jakarta. Kemudian, ada sebesar 5,5 meter kubik/detik air untuk kebutuhan air perumahan, kota dan industri Kota Cilegon serta Kabupaten Serang sebesar 5,5 meter kubik/detik (dari berbagai sumber / IN Rosyadi)

Berita Terkait