Digelar Patroli Gabungan TNI-Polri Untuk Pastikan Masyarakat Kondusif

Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengerahkan personel untuk berpatroli gabungan TNI-Polri yang dimulai pukul 09.00 WI-18.00 WIB, Selasa (23/4/2019).

Patroli Gabungan tersebut langsung dikendalikan Oleh Dirsamapta Polda Banten, Kombes Pol Jondrial. Adapun pelaksanaan patroli dipimpin AKBP Nuril Hudasebagai Kasubbidit di Direktorat Samapta Polda Banten. Petugas berkeliling ke daerah-daerah untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan berusaha untuk menghadirkan polisi demi berikan rasa aman kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Polda Banten.

Dir Samapta Polda Banten Kombes Jondrial, Sik, menuturkan, bahwa puluhan personil tersebut terdiri dari anggota Batalyon 320 Badak Putih dan personil Dit Samapta Polda Banten.

Baca: Polda Banten Kembali Selidiki Pemalsuan 80 Jual Beli Tanah di Tangerang

Jondrial menjelaskan, puluhan petugas tersebut akan melakukan patroli di wilayah Kecamatan Cadasari, Kecamatan Koroncong dan Kecamatan Karang Tanjung untuk mengamankan seluruh wilayah dari gangguan kamtibmas.

Sedangkan Kasubdit Gasum, AKBP Nuril Huda, yang memimpin pelaksanaan patroli turut menjelaskan, tim gabungan tersu bergerak. “Kami terus mobile, memastikan seluruh lokasi aman. Jadi bila ada potensi masalah di tengah masyarajat, kami bisa cepat ada di lokasi untuk melakukan pencegahan dan menggantikannya. Setiap kecamatan ada banyak personel jaga, mulai dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Personel yang sebelumnya jaga TPS juga masih mengamankan,” ujar Nuril.

Nuril menjelaskan, tim gabungan TNI-Polri tak hanya terus bergerak dan singgah untuk mencek semua kegiatan PPK di Kecamatan Cadasari, Kecamatan Kroncong dan Kecamatan Karang Tanjung. Dari pantauan patroli gabungan, sementara ini kegiatan masyarakat terpantau normal dan kondusif. (Siaran Pers Humas Polda Banten)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait