Sahruji Jadi Tim Pemenangan Iye-Awab, Akan Kena Sanksi Golkar

Sahruji, Wakil ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon diyakini akan terkena sanksi partai. Sebab, Sahruji didaulat menjadi Ketua Tim Pemenangan Bakal Calon (Bacalon) Walikota-Wakil Walikota Cilegon, Iye Iman Rohiman dan Awab.

Padahal Partai Golkar sudah menyerahkan rekomendasi pengusungan kadernya, Ati Marliati yang kini menjabat Wakil Walikota Cilegon. Patahana itu akan berpasangan dengan Sokhidin dari Partai Gerindra.

”Pekan lalu, Ketum dengan tegas mengatakan, ika ada kader melenceng apalagi menduduki jabatan strategis, itu harus diberikan sanksi,”tegas Andika Hazrumy, Wakasekjen DPP Partai Golkar yang juga Wakil Gubernur Banten, kemarin.

Andika mengingatkan, semua harus dikembalikan kepada Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar. Jika ada kader yang membelot, mekanisme partai harus dijalankan.

Baca:

Putusan Partai

Menurut Andika, kader Golkar pada dasarnya wajib menjaga fatsun politik dan taat pada instruksi serta keputusan partai. Siapapun kader yang membelot pasti akan dikenakan sanksi. ”Sesuai arahan Ketua Umum (Ketum) DPP Golkar, Airlangga Hartarto, keputusan partai harus dijalankan oleh seluruh kader Golkar,” ujarnya.

Andika menginstruksikan agar DPD Partai Golkar Kota Cilegon melakukan komunikasi dengan seluruh jajaran partai, agar tidak ada lagi kader yang keluar dari fatsun.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon, Sutisna Abbas mengatakan, partai akan membahas sikap politik Sahruji. Dalam waktu dekat partai akan melakukan rapat internal.

”Intinya, kalau melanggar tentu ada sanksi. Soal sanksinya apa, tentu DPD Golkar Kota Cilegon akan membahas hal itu dalam rapat terbatas,” ucapnya.

Sementara itu, partai koalisi pemenangan pasangan bakal calon Wali Kota Cilegon dari PAN, Iye Iman Rohiman dan bakal calon Wakil Wali Kota Cilegon dari PPP Awab, kembali mengubah struktur tim pemenangan koalisi. Dalam perubahan itu, Sahruji yang sebelumnya menjabat Dewan Pengarah Pemenangan Iye-Awab, kini didaulat menjadi Ketua Umum Tim Pemenangan menggantikan Alawi Mahmud.

Pada struktur baru ini, Alawi Mahmud dari PAN menjabat sebagai Ketua 1, kemudian Syihabudin Syibli dari PPP sebagai Ketua 2, sementara Rahmatulloh dari Partai Demokrat menjadi Ketua 3.

”Perwakilan partai menjabat ketua 1, 2, dan 3. Kemudian Pak Sahruji sebagai ketua umumnya,”ujar Rahmatulloh selaku Ketua 3 Tim Pemenangan Iye-Awab.

Menurut Rahmatulloh, perubahan struktur pada tim pemenangan pasangan atas permintaan koalisi partai. Pihaknya meyakini, diangkatnya Sahruji sebagai ketua umum dapat lebih mendongkrak suara pemenangan.

”Ketika Pak Sahruji sebagai ketua umum, sementara ada ketua lain dari perwakilan partai koalisi ikut didalamnya, tentu ini strategi terbaik untuk memenangkan pasangan Iye-Awab,”terangnya. (yusvin)

Yusvin Karuyan

Berita Terkait