Digerebek, 11 Pasangan Mesum di Hotel Berbasis Daring di Tangerang

Ilustrasi Penggerebekan. (Foto: Istimewa)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang bersama TNI dan Polri menggerebek 11 pasangan mesum sebuah hotel berbasis daring di Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Senin dini hari, (5/10/ 2020).

Dari penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan sebanyak 11 pasangan bukan suami istri yang diduga akan melakukan mesum.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah (Kabid Gakumda) pada Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falefi menjelaskan, awalnya mendapatkan laporan dari masyarakat yang menyebutkan sebuah hotel di Keluarahaan Parung Serab, Kecamatan Ciledug itu sering digunakan pasangan bukan suami istri berbuat mesum. Pemasaran hotel ini berbasis daring.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan selama dua hari dan setelah mendaptkan bukti cukup. Akhirnya dilakukan penggerebekan dan berhasil mengamankan sebanyak 11 pasangan mesum.

Baca:

“Pasangan mesum itu berusia sekitar 17 hingga 18 tahun. Hitungannya masih muda-muda. Tetapi tidak ada yang berstatus pelajar atau mahasiswa,” kata Ghufron saat dikonfirmasi wartawan, kemarin siang.

Belasan pasangan mesum tersebut, kata Ghufron, digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tangerang untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. Setelah itu, mereka dipulangkan dengan dijemput oleh orang tuanya masing-masing.

“Ke-11 pasangan ini kami lepas setelah membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatannya kembali. Mereka dijemput oleh orang tuanya,” ungkapnya.

Selain mengamankan belasan pasangan mesum, lanjut Ghufron, pihaknya melakukan penyegelan hotel tersebut. Artinya pemilik hotel tidak boleh beroperasi sementara. Selian itu, pihaknya meminta pemilik hotel untuk datang ke kantor Satpol PP Kota Tangerang dengan membawa dokumen surat perizinan.

“Kita lihat dulu, apakah pemilik hotel itu bisa memperlihatkan dokumen perizinannya atau tidak. Jika tidak memiliki surat izin, kami akan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku di Kota Tangerang,” pungkasnya. (Rivai Ikhfa)

Next Post

Tergiur Ongkos Rp50.000, Tukang Tahu Jadi Pengantar Sabu di Serang

Sen Okt 5 , 2020
Nasib apes dialami AB alias Wakwaw, 40, warga Kelurahan Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang. Hanya karena tergiur upah Rp 50.000, tukang tahu bulat keliling ini nekad menjemput sabu pesanan temannya di tempat tersembunyi di pinggir jalan Lingk. Drangong, Kelurahan Taktakan, Kota Serang. Baru saja memungut sabu pesanan, tersangka Wakwaw disergap […]
Ilustrasi Penggerebekan. (Foto: Istimewa)